Menhub Cek Kesiapan Transportasi Udara untuk Angkutan Mudik Lebaran 2024

Saturday 30 Mar 2024, 11 : 14 pm
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau sarana dan prasarana transportasi udara di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dalam rangka kesiapan Angkutan Lebaran 2024, Jumat (29/3/2024). Foto : BKIP Kemenhub

JAKARTA – Menteri Perhubungan  (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pemudik yang menggunakan jasa angkutan udara  untuk mudik lebih awal karena puncak arus mudik menggunakan moda transportasi udara pada Lebaran 1445 H diperkirakan akan terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran.

“Dengan data itu kami selaku regulator sudah membahas dengan teman-teman operator mengimbau masyarakat untuk menggunakan penerbangan lebih awal, yakni di H-10 sampai H-5. Di situ nanti bisa dapat diskon dan sebagainya,” kata Menhub saat meninjau sarana dan prasarana transportasi udara di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dalam rangka kesiapan Angkutan Lebaran 2024, Jumat (29/3/2024).

Selain meninjau, Menhub juga memimpin rapat koordinasi kesiapan transportasi udara angkutan lebaran 2024 dengan pemangku kepentingan terkait serta melakukan ramp check pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air.

Rapat tersebut membahas  berbagai hal diantaranya antisipasi serta upaya peningkatan layanan untuk menghadapi tingginya jumlah pemudik melalui angkutan udara pada masa angkutan lebaran 2024.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Angkutan Udara Putu Eka Cahyadi, Direktur Navigasi Penerbangan Capt. Sigit Hani, Direktur Bandar Udara Lukman F Laisa.

Hadir juga Direktur Utama Angkasa Pura Indonesia Faik Fahmi, Direktur Utama Airnav Indonesia Polana Pramesti, serta para operator penerbangan.

Menurut data PT Angkasa Pura Indonesia, rata-rata jumlah penumpang pada masa angkutan lebaran 2024 (3 April – 18 April 2024) naik 9% dibanding rata-rata penumpang pada hari biasa.

Di sisi lain, operator pesawat juga telah menambah jumlah penerbangan untuk mengakomodir tingginya jumlah pemudik.

Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri, ekstra flight direncanakan sebanyak 1.539, yakni 82 penerbangan internasional dan 1.457 penerbangan domestik.

“Kami memberikan kesempatan kepada operator untuk menambah ekstra flight disertai dengan peningkatan dari sisi pelayanan di bandara. Termasuk di wilayah Indonesia Timur, kami minta operator bisa menjangkau bandara-bandara kecil. Kami dari Kemenhub juga meningkatkan pelayanan di Bandara,” lanjut Menhub.

Terkait tarif tiket pesawat, Menhub mengingatkan kepada para operator untuk tidak melewati tarif batas atas.

Sanksi akan diberikan kepada operator yang melanggar aturan tarif batas atas.

“Komitmen dari para operator harus kita pegang, itu sebagai suatu bagian pelayanan kita kepada masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Menhub mengapresiasi sistem monitoring Angkasa Pura Indonesia yang dapat mendeteksi kejadian udara beberapa jam ke depan, seperti kedatangan pesawat dan potensi delay.

Dengan sistem ini, Menhub berharap antisipasi bisa dilakukan lebih cepat dan delay pesawat dapat ditekan dengan baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

12 Kampus Terbaik, ITB Peringkat Satu

JAKARTA-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan sebanyak 12

Said Abdullah: Informasi Soal Utang Jadi Amunisi Bagi Oposisi Memprovokasi Masyarakat

JAKARTA-Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah mengatakan utang pemerintah