Menperin Dorong Investor Jepang Tingkatkan Investasi

TOKYO-Pemerintah Indonesia meminta investor Jepang agar terus mengembangkan usahanya di Indonesia meningat iklim investasi yang kondusif, antara lain dengan memberikan kemudahan perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di BKPM. Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar USD 846 miliar dan populasi sebanyak 240 juta, Indonesia merupakan ekonomi dan pasar terbesar di Asia Tenggara. Dengan demikian, perluasan ekonomi di masa mendatang diharapkan dapat mencapai pertumbuhan yang lebih signifikan mengingat PDB per kapita diperkirakan akan tumbuh empat kali lipat pada tahun 2020.“Pengusaha Jepang menilai Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi yang sangat potensial. Terlebih lagi aktivitas perusahaan-perusahaan Jepang saat ini memang banyak yang ingin memperluas investasinya ke sejumlah kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia,” ujar  Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu para pengusaha dan investor Jepang untuk membahas peningkatan kerjasama dan investasi di Indonesia di Tokyo beberapa waktu lalu.

Baca :  Menangkal “Virus Panik” di Tengah Pandemi

Saleh meminta meminta para pemimpin puncak perusahaan asal Jepang yang berbisnis di Indonesia meningkatkan investasi dan mendongkrak ekspor.

Sejumlah pimpinan perusahaan besar Jepang yang ditemui antara lain Chairman Inpex Corporation Naoki Kuroda, Representative Director/Executive Vice President Mitsui & Co Ltd Shintaro Abe, dan President Tokyo Gas Michiaki Hirose.Menperin mencontohkan salah satu perusahaan Jepang, Mitsui yang hampir seratus tahun berinvestasi di Indonesia dan akan terus mengembangkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan pelabuhan Tanjung Priok. “Termasuk juga kerjasama investasi dengan Yamaha untuk meningkatkan produksi motor R25 yang berkapasitas mesin 250cc dengan tujuan pasar ekspor ke beberapa negara di Amerika, Eropa dan Jepang,” katanya.

Pertemuan itu juga berbuah komitmen beberapa pengusaha besar Jepang menanamkan investasinya di Indonesia, bahkan yang sudah lama berinvestasi di Indonesia akan terus memperbesar jumlah investasinya.

Baca :  Ustadz Yusuf Mansur Langgar UU Pasar Modal

Menurutnya, sektor yang akan dikembangkan diantaranya otomotif, infrastruktur, migas, dan kelistrikan. Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Dubes RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra, Kepala BKPM Franky Sibarani, dan Ketua Tim Ekonomi Wapres Sofjan Wanandi.”Saya berharap para investor Jepang terus meningkatkan kapasitas produksi dan memperbesar ekspor barang-barang yang diproduksi di Indonesia,” tegasnya.

Hal ini sekaligus diharapkan turut mengembangkan industri nasional, menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan menghasilkan devisa. “Jadi tidak hanya memanfaatkan pasar domestik kita, tapi juga punya paradigma ekspor,” paparnya.

Selama kuartal pertama hingga ketiga pada tahun 2014, investasi Jepang di Indonesia tercatat sebesar USD 2,04 milyar. Angka tersebut menempatkan Jepang pada posisi kedua setelah Singapura yang telah menanamkan modalnya di Indonesia sebesar USD 4,89 miliar pada periode yang sama.

Baca :  Waspadai Perang AS-Iran Terhadap Ekonomi Indonesia

Terkait sektor industri, investasi tertinggi Jepang di Indonesia adalah Industri Kendaraan Bermotor & Alat Transportasi dan Industri Logam dengan nilai investasi sebesar USD 880,6 juta, dan Industri Mesin & Elektronik dengan nilai investasi sebesar USD 384,5 juta.

Berdasarkan ASEAN Business Outlook Survey 2014, Indonesia dinilai sebagai negara paling menarik untuk ekspansi bisnis yang diikuti Vietnam dan Thailand. Diharapkan, Indonesia dapat melanjutkan pertumbuhan ke level yang lebih tinggi sehingga menjadi negara berpenghasilan menengah dan sebagai negara dengan ekonomi terkuat di dunia di samping India dan Republik Rakyat Tiongkok.