Menperin: Industri Otomotif Tetap Prospektif

“Groundbreaking”
Pada hari yang sama, PT SGMW Motor Indonesia melakukan peletakan batu pertama pabrik perakitan mobil di Bekasi. Perusahaan ini merupakan patungan antara SAIC Motor Corporation Ltd, General Motor, dan Guangxi Motor Corporation.

“Masuknya SAIC Motor yang merupakan raksasa otomotif Tiongkok yang menggandeng General Motor dan Guangxi ini merupakan salah satu bukti bahwa iklim usaha di Indonesia semakin berdaya saing. Sekaligus membuktikan bahwa Indonesia masih merupakan salah satu tujuan investasi yang menarik bagi investor otomotif,” tegas Menperin Saleh Husin.

SGMW Motor akan memproduksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan merek Wuling dengan kapasitas 150.000 unit per tahun di lahan seluas 60 hektare.

Baca :  Industri Otomotif Dibidik Jadi Sektor Primadona Ekspor Nasional

Menurut Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, SGMW menanam investasi USD 700 juta.

“Aktivitas produksi akan didukung oleh lebih dari 20 pabrik komponen termasuk dari dalam negeri sehingga akan menciptakan lapangan kerja bagi 3.000 orang tenaga kerja baru,” ujar Putu Suryawirawan yang hadir mewakili Menteri Perindustrian pada peletakan batu pertama pembangunan pabrik tersebut.

Pabrik ini direncanakan akan menjadi export hub Wuling ke seluruh Asia Tenggara sehingga diharapkan mendongkrak penerimaan devisa bagi Indonesia. SGMW Motor juga didorong memprioritaskan pembangunan industri komponen pendukung, meningkatkan penggunaan produk dan jasa enjiniring lokal sehingga tingkat kandungan lokal kendaraan yang diproduksi semakin besar.

Baca :  Hyundai Gelontorkan Dana Investasi USD 1,5 Miliar

Selain mengapresiasi langkah SGMW Motor ini, Pemerintah juga juga mendorong agar pabrikan otomotif lainnya turut melakukan ekspansi produksi di Indonesia.