Menperin Minta Gubernur Dukung Penyusunan RPIP

????????????????????????????????????

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus berupaya melakukan percepatan pemerataan dan penyebaran industri ke seluruh wilayah Indonesia. Dalam mendukung upaya tersebut, peran Pemerintah Provinsi sangat penting dengan adanya penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi(RPIP) yang mengacu kepada Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional dan Kebijakan Industri Nasional. “Kami telah mengirimkan surat edaran kepada para Gubernur untuk menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi tersebut,” tegas Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam paparannya pada acara Diskusi Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Jakarta, Senin (15/6).

Saat ini juga jelasnya tengah disusun Peraturan Menteri Perindustrian tentang pedoman penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Kabupaten/Kota. “Kementerian Perindustrian akan melakukan fasilitasi berupa bimbingan teknis kepada Pemerintah Provinsi dalam penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi tersebut,” ujarnya.

Baca :  Menperin Fokus Dongkrak Ekspor dan Pacu Riset Otomotif

Berdasarkan Undang-Undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, juga menyebutkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan percepatan penyebaran dan pemera­taan pembangunan Industri ke seluruh wilayah Negara Kesa­tuan Republik Indonesia melalui Per­wilayahan Industri. Langkah tersebut dilaksanakan melalui pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri; pengembangan kawasan peruntukan industri; pembangunan kawasan industri; serta pengembangan sentra industri kecil danmenengah.

Menperin meyakini, melalui perwilayahan industri diharapkan dapat mempercepat pemerataan dan penyebaran investasi di luar pulau Jawa. “Selain itu dukungan Pemerintah Provinsi dalam bentuk pemberian insentif dan kemudahan perizinan, juga sangat diperlukan untuk mendorong masuknya investasi ke seluruh provinsi di wilayah Republik Indonesia,” tuturnya.

Sampai dengan triwulan I tahun 2015, Pulau Jawa menjadi wilayah terbesar dalam penyerapan total investasi (PMA dan PMDN) sebesar 66.1%, disusul oleh Sumatera (16.9%), Kalimantan (16.4%) dan Sulawesi (5.1%). “Diharapkan ke depan, kontribusi wilayah di luar Pulau Jawa dalam sumbangannya terhadap nilai tambah sektor industri akan terus ditingkatkan dari 27.22 persen pada tahun 2013 menjadi sekitar 40 persen pada tahun 2035,” harap Menperin

Baca :  Menguak Rahasia Kekuatan Teknologi di SMW Jakarta 2016