Menperin Raih Komitmen Investasi Rp 40 Triliun Hingga 2023

Menperin mengaku menyerap banyak masukan dari pelaku industri Jepang yang berminat investasi di Indonesia.

“Kami ingin mengeksplorasi dan mengetahui berbagai tantangan apa saja yang ditemukan oleh industri di lapangan,” ungkapnya.

Apabila disimpulkan belanja masalah yang diperolehnya dari para investor tersebut, Agus menilai tidak terlalu banyak yang menganggu kegiatan investasi mereka di Indonesia. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, antara lain mengenai pasokan bahan baku, upah pekerja, dan regulasi.

“Misalnya seperti Asahimas Group yang meminta diperhatikan suplai gas sebagai bahan baku atau paling tidak harga gas industri tidak naik lagi,” ungkapnya. Untuk merespons tentang harga gas industri, Menperin menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi di tingkat lintas kementerian seperti dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca :  Menkominfo Seharusnya Mendorong Pembangunan Telekomunikasi Hingga ke Pelosok

“Apalagi, sekarang sudah ada aturan dari Menteri ESDM untuk menunda kenaikan harga gas dengan jangka waktu yang tidak ditentukan,” jelas Agus seraya menambahkan, para pelaku industri Jepang menilai bahwa Peraturan Pemerintah Indonesia mengenai harga gas industri sudah cukup baik.

Sedangkan, mengenai upah, pelaku industri Jepang berharap adanya perbaikan upah pekerja di Tanah Air. Untuk itu, Menperin berkomitmen untuk melihat kembali sistem pengupahan yang berlaku saat ini.

“Kami akan lakukan pendekatan sektoral, tidak hanya pendekatan wilayah saja. Industri yang menghasilkan devisa atau padat tenaga kerja perlu kita beri treatment khusus,” tandasnya.