Menperin Resmikan Perluasan Pabrik PT. Nippon Shokubai

Wednesday 23 Oct 2013, 6 : 57 pm
by

BANTEN-Industri Petrokimia merupakan salah satu sektor yang menjadiprioritas dalam pembangunan industri nasional saat ini karena masih tergantung pada ketersediaan minyak dan gas bumi sebagai sumber energi dan bahan baku. Oleh karena itu, Pemerintah mengeluarkan kebijakan pembangunan industri nasional yang difokuskan pada 4 faktor penting, yaitu: penguatan struktur industri dari hulu ke hilir sesuai dengan posisi supply-demand; program hilirisasi untuk mengoptimalkan perolehan nilai tambah dan perolehan devisa; penguasaan pasar domestik dan internasional terutama di lingkungan strategis kawasan Asia Pasifik dan pengembangan industri secara berkesinambungan dan merata terutama ke kawasan Timur Indonesia, dengan memanfaatkan potensi sumber kekayaan alam.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat dalam sambutannya pada Peresmian Perluasan Pabrik PT. Nippon Shokubai Indonesia (NSI) di Cilegon, Banten, Rabu  (23/10).

Menurut dia, tambahan investasi PT. NSI sebesar US$ 332 juta akan memperkuat struktur industri petrokimia di Indonesia saat ini. Selain itu, perluasan yang terdiri atasunitproduksi Acrylic Acid dengan tambahan kapasitas80.000 ton sehingga total kapasitas menjadi 140.000 ton;dan produk baru Superabsorbent Polymer yang merupakan produk turunan Acrylic Acid (hilirisasi) dengan kapasitas 90.000 ton, menempatkan PT. NSI sebagai salah satu produsen terbesar di Asia Tenggara untuk produk Acrylic Acid dan turunannya.

Superabsorbent Polymer, yang merupakan produk utama Nippon Shokubai Co. Ltd., induk perusahaan PT. NSI, adalah salah satu bahan baku dalam produksi diapers (popok sekali pakai) di mana saat ini sudah di produksi di empat wilayah yaitu Jepang, Amerika, Eropa dan China. Perluasan ini menempatkan Nippon Shokubai Co. Ltd. sebagai salah satu produsen terbesar SAP di dunia, dan PT. NSI sebagai salah satu produsen terbesar di Asia Tenggara untuk produk AA dan turunannya.

Selain itu, proyek perluasan ini bertujuan untuk mengoptimalkan perolehan nilai tambah melalui pemanfaatan bahan baku ethylene dari PT. Chandra Asri Petrochemical dan soda kaustik dari PT. Asahimas Chemical. Dengan selesainya proyek perluasan ini, maka akan memperkuat rantai pasok (supply chain) dan menyerap tenaga kerja sebanyak 170 orang. Investasi ini menunjukkan bahwa iklim investasi di tanah air semakin lama semakin baik, yang juga ditunjang oleh peningkatan pasar akibat meningkatnya daya beli masyarakat.

Menperin memberikan apresiasi dan dukungan kepada PT. NSI yang terus meningkatkan kinerja dalam menghadapi dinamika pasar di masa mendatang serta upaya-upaya untukmengoptimalkan perolehan nilai tambah melalui pemanfaatan ethylene yang telah mampu diproduksi di dalam negeri, khususnya dalam pengembangan teknologi untuk membuat produk-produk baru yang inovatif dan berkualitas. Oleh karena itu, diharapkan PT. NSI terus memperkuat jaringan rantai pasok (supply chain) dengan produsen hulu maupun dengan mitra yaitu industri pengguna di sektor hilir.

Menperin mengatakan, kondisi ini secara nyata akan memperkuat industri petrokimia danmembawa dampak positif pada pengembangan perekonomian nasional, melalui perolehan devisa maupun penyerapan tenaga kerja.Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian terus mengupayakan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif melalui harmonisasi tarif bea masuk dari hulu ke hilir, peningkatan kualitas melalui penerapan Standar Nasional Indonesia, dan pemberian insentif terhadap investasi baru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Diversifikasi Bisnis, Chandra Asri Petrochemical Berganti Nama Jadi PT Chandra Asri Pacific

JAKARTA-PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah resmi berganti nama

Naikan Kualitas Infrastruktur, Tol Bocimi Ditanami Pohon Bungur

CIGOMBONG-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan berbagai