Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Beri Kuliah Umum di Atma Jaya

Dalam menghadapi tantangan ekonomi, Peter Altmaier, Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, menjelaskan betapa pentingnya kerja sama yang dibangun oleh Indonesia-Jerman pada Sabtu(3/11) di Unika Atma Jaya. Salah satu kerja sama Indonesia-Jerman adalah pengembangan bioenergi dalam menghadapi tantangan lingkungan alam. Ia juga menjelaskan betapa pentingnya penerapan ekonomi pasar sosial yang dijalankan oleh pelaku pasar bukan pemerintah.

JAKARTA-Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya mendapatkan kunjungan Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, Peter Altmaier yang memberikan kuliah umum dengan topik “Germany’s social market economy in the age of globalization”.

Unika Atma Jaya adalah satu-satunya universitas di Jakarta yang dikunjungi dalam rangkaian kerja Peter ke Asia yang diagendakan untuk menghadiri Konferensi Asia Pasifik Bisnis Jerman ke-16 yang akan dihadiri sekitar 1000 peserta dari bidang ekonomi, politik dan kelompok-kelompok asosiasi.

Sebelum ke Unika Atma Jaya Jakarta, Peter melakukan serangkaian kunjungan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dan sejumlah kalangan industri.

“Kita semua pasti tahu bahwa Jerman adalah salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang besar bukan hanya di Eropa tapi juga di dunia, pertama karena peran teknologi yang mendukung produktivitas industri dan stabilitas ekonomi. Kedua karena peran masyarakat, sehingga kita bisa melihat keseimbangan antara industrialisasi, adopsi teknologi tinggi dan pembangunan sosial,” tutur Rektor Unika Atma Jaya Dr. A. Prasetyantoko dalam sambutannya.

Baca :  Konsolidasi Politik Nasional Untuk Hadapi Ancaman Krisis Ekonomi 2017

Revolusi teknologi di era industri 4.0, lanjutnya, telah membuktikan sebagai game changer bagi masyarakat. Telah membawa perubahan substansial pada sisi sosial dan teknikal pada transformasi dan disrupsi masyarakat.

Revolusi teknologi juga membuka kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia, secara fisik, sosial dan kebudayaan.

“Bagi kami di Indonesia, teknologi tidak dapat dielakan sebagai faktor yang mewarnai perubahan kebijakan dan kehidupan sosial.”

Civitas akademisi Atma Jaya melihat situasi tersebut juga membawa tantangan baru bagi institusi akademis untuk terus mengeksplorasi area riset baru dalam rangka memberikan kontribusi bagi masa depan.

“Bagi Atma Jaya, kesempatan ini merupakan kehormatan bagi kami untuk dapat belajar langsung dari pengalaman Jerman yang telah berhasil melakukan perubahan secara teknologi, sosial dan globalisasi,” paparnya.

Baca :  Konsolidasi Politik Nasional Untuk Hadapi Ancaman Krisis Ekonomi 2017

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, Peter Altmaier menegaskan akademisi adalah harapan bagi Indonesia, yang mengubah dunia, mengubah struktur baru dalam masyarakat, mereformasinya menjadi lebih moderen, menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, perdamaian dan keberlanjutan untuk masa depan bagi jutaan manusia.

Kerjasama antara Pemeirintah Jerman dan Indonesia merupakan kesempatan untuk bersama-sama menjawab tantangan ke depan seiring pertumbuhan jumlah penduduk dunia dan harapan pemerataan standar kehidupan yang layak.

“Tantangan kedua adalah tantangan lingkungan alam. Bagaimana pertumbuhan ekonomi tetap berjalan sekaligus memperhatikan keselamatan lingkungan. Itu sebabnya Jerman melakukan transisi energi menggantikan kebutuhan energi dari bahan bakar minyak ke sumber energi terbarukan,” urainya.

Baca :  Konsolidasi Politik Nasional Untuk Hadapi Ancaman Krisis Ekonomi 2017