Meski Dijegal AS, China Tetap Surplus Perdagangan US$26,89 Miliar

Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping

BEIJING-Surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat meningkat menjadi 26,89 miliar dolar AS pada Mei, dari 21,01 miliar dolar AS pada April, data kepabeanan China menunjukkan pada Senin, (10/6/2019).

Dengan demikian surplus perdagangan China dengan AS selama Januari hingga April sebesar 110,55 miliar dolar AS. Surplus perdagangan China dengan AS yang besar telah lama dikeluhkan Washington, dan menjadi pusat sengketa di antara kedua negara tersebut.

Tensi perdagangan antara Washington dan Beijing meningkat tajam bulan lalu ketika Presiden AS Donald Trump pada 10 Mei mengenakan tarif impor yang lebih tinggi hingga 25 persen terhadap barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS. Beijing membalas dengan menaikkan tarif impor terhadap barang-barang AS.

Baca :  “Blusukan” ke Jepara, Mendag Ajak Pemda Kolaborasi Perbaiki Pasar

Washington juga mengancam untuk mengenakan tarif yang lebih tinggi terhadap barang-barang China lainnya senilai 300 miliar dolar AS.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin pada Sabtu mengatakan akan membahas isu perdagangan dengan Gubernur Bank Rakyat China Yi Gang, namun progres utama dalam perang dagang AS-China akan berlangsung nanti pada bulan ini saat pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.

Di sela pertemuan KTT G20 di Jepang, Mnuchin mengatakan kepada awak media bahwa pertemuan kedua pemimpin tersebut merupakan “pertemuan penting berikutnya” dalam sengketa dagang.

Pihaknya menyamakan pertemuan tersebut, yang tidak dikonfirmasi oleh China, dengan pertemuan Trump dan Xi di Buenos Aires pada Desember lalu, yang membuka jalan perundingan untuk menyelesaikan isu tersebut.

Baca :  Presiden Jokowi Ingin Dubes Berperan Sebagai Duta Ekspor

Mnuchin menuturkan tidak ada tujuan khusus dalam pembahasannya pada Minggu dengan Yi, anggota inti tim negoisasi perdagangan China.

Pihaknya mengatakan dua pemimpin keuangan tersebut akan membahas isu ekonomi dan keuangan sebagai bagian dari interaksi lumrah G20 mereka. Keduanya juga akan membahas isu perdagangan. “Ini bukan pertemuan negosiasi,” kata Mnuchin.

Mnuchin mengatakan Amerika Serikat dan China hampir mencapai “kesepakatan bersejarah” sebelum China mundur dalam komitmen tertentu. Ia mengatakan bahwa jika China ingin melanjutkan perundingan, pihak AS siap untuk terlibat.

“Jika kami dapat memperoleh kesepakatan yang tepat, itu sangat bagus. Namun jika sebaliknya, kami akan melanjutkan tarif,” kata Mnuchin.