Meski Pendapatan Turun, AKRA Catatkan Kenaikan Laba Sebesar 31%

ILustrasi

JAKARTA-Pada Kuartal III-2020, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp685 miliar atau lebih besar dari perolehan di kuartal ketiga 2019 yang senilai Rp522 miliar.

Adapun pendapatan bersih AKRA selama sembilan bulan pertama tahun ini tercatat Rp13,86 triliun atau lebih rendah di banding periode yang sama 2019 sebesar Rp15,12 triliun.

“AKRA menghasilkan kinerja yang sangat kuat di tengah situasi Covid tanpa gangguan dan memastikan pengiriman bahan bakar juga bahan baku ke pelanggan industri kami di seluruh Indonesia,” kata Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo di Jakarta, Senin (26/10).

Haryanto mengaku, selama sembilan bulan pertama tahun ini AKRA mampu mengelola risiko secara efektif, meski terjadi fluktuasi harga minyak dan produk kimia yang signifikan.

“Perseroan juga melaporkan kontribusi positif dari Kawasan Industri JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) di Gresik,” ucapnya.

Pada kuartal ketiga tahun ini laba bruto AKRA tercatat meningkat menjadi Rp1,47 triliun dari Rp1,29 triliun pada kuartal ketiga 2019.

Sedangkan, laba usaha di Kuartal III-2020 tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp917 miliar dari Rp728 miliar pada Kuartal III-2019.

Sementara itu, pada Kuartal III-2020 jumlah laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp665 miliar atau lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp565 miliar.

Adapun harga per saham dasar AKRA di Kuartal III-2020 tercatat Rp167,81 per lembar atau mengalami kenaikan dibanding Kuartal III-2019 yang senilai Rp142,08 per saham.

“Kami terus mempertahankan.momentum pertumbuhan perseroan, tetapi tetap memperhatikan dampak Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan baku maupun bahan bakar. Neraca AKR tetap kuat, dengan gearing ratio 25 persen untuk.periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020,” papar Haryanto.

Dia menambahkan, sejauh ini perseroan meyakini bahwa nantinya UU Cipta Kerja akan meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat, sehingga bisa menghidupkan kembali aktivitas industri dan permintaan investor domestik maupun asing terhadap kawasan industri.

“Kami terus bekerja sama dengan mitra kami dan pemerintah untuk meningkatkan konektivitas, menyelesaikan perluasan fasilitas pelabuhan di JIIPE dan meningkatkan kemudahan berbisnis. Kami yakin hal ini akan meningkatkan daya tarik JIIPE bagi investor domestik dan asing,” imbuhnya.