MK Pertimbangkan Berkas Amicus Curiae Yang Diajukan Lebih dari 10 Pihak

Rabu 17 Apr 2024, 12 : 06 am
Jurubicara MK Fajar Laksono

JAKARTA – Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mempertimbangkan seluruh berkas dari pihak-pihak yang mengajukan diri sebagai sahabat pengadilan atau amicus curiae  yang diterima ke MK, terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono mengatakan semua berkas sahabat pengadilan tersebut akan dibaca bersamaan dengan pencermatan berbagai alat bukti pada masing-masing perkara dari semua pihak.

“Hari ini,  ada 5 pihak yang mengajukan diri sebagai Sahabat Pengadilan, antara lain badan eksekutif mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) dari 4 perguruan tinggi, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan Yayasan Advokat Hak Konstitusional Indonesia (Yakin),” jelas Fajar kepada wartawan di Gedung MK Jakarta, Selasa (16/4/2024).

“Seperti apa Majelis Hakim nanti memposisikan amicus curiae, ya itu otoritas hakim,” tambahnya.

Menurut Fajar, fenomena pengajuan Sahabat Pengadilan pada PHPU Pilpres kali ini cukup menarik lantaran menjadi pengajuan amicus curiae terbanyak dibandingkan pengajuan pada pilpres pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, ia mengungkapkan sudah terdapat pula berkas Sahabat Pengadilan terkait Pilpres 2024 yang diterima MK, sehingga totalnya sudah lebih dari 10.

Sementara itu, lanjut dia, pada hampir semua penyelenggaraan pilpres tahun sebelumnya tidak ada pengajuan amicus curiae sebanyak tahun ini, seperti pada Pilpres 2004, Pilpres 2009, Pilpres 2014, serta Pilpres 2019.

“Ini pertanda apa silakan teman-teman menafsirkan sendiri. Apakah ini bentuk perhatian kepada MK atau apa silakan terjemahkan sendiri, tapi ini memang fenomena yang menarik,” tuturnya.

Menjelang putusan MK pada 22 April 2024, Fajar menuturkan pihaknya masih membuka pintu jika terdapat pihak yang ingin mengajukan amicus curiae lantaran MK tidak memberikan batas waktu tertentu terkait pengajuan berkas Sahabat Pengadilan tersebut.

Di sisi lain terkait Megawati Soekarnoputri yang mengajukan diri sebagai Sahabat Pengadilan ke MK, ia mengaku hal tersebut bukan merupakan masalah.

Sebagaimana diketahui selain sebagai Presiden Ke-5 RI Megawati yang juga merupakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), turut berperkara dalam sidang PHPU Pilpres 2024.

“Tidak apa-apa, nanti itu ada otoritas-nya Majelis Hakim. Apakah dipertimbangkan apakah tidak, akan disikapi seperti apa, itu tergantung pada masing-masing hakim konstitusi,” tandasnya.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Ketua OJK Terpilih Sebagai Tokoh Humas 2016

JAKARTA-Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad

Wajib Pajak Manokwari Disandera Lunasi Pajaknya

MANOKWARI-Setelah sempat menginap semalam di Lapas Porong, Surabaya Jawa Timur