Multi Partai Ekstrem Hambat Pemerintahan

Senin 9 Des 2013, 3 : 47 pm
kompas.com

JAKARTA-Keberadaan multi partai ekstrem membuat sistem presidentil tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Adapun sistem multi partai ekstrem ini, karena ada 12 parpol yang menjadi peserta pemilu 2014. “Siapapun presiden yang terpilih akan terjebak pemerintahannya dengan sistem politik tersebut,”  kata pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidatullah, Gun Gun Heryanto dalam diskusi “Efektifitas Pemerintahan Menjelang Pemilu” di Jakarta, Senin,(9/12).

Mestinya yang ideal, kata Gun Gun, sistem presidentil bisa berjalan efektif melalui multi partai sederhana. Dimana paling banyak itu sekitar lima partai. “Lima partai itu ideal, menjadi multi partai sederhana. Oleh sebab itu, paling memungkinkan kalau terjadi penyederhaaan partai,” tambahnya.  

Menurut Gun Gun, dalam jangka panjang memang perlku ada semacam pengetatan parpol. Sehingga nantinya akan koalisi terbatas. “Kalau bicara sistem kepertaian, maka jangka panjang, harus dimulai penyederhanaan parpol. Dengn kata lain, harus ada keberanian dari masing-masing parpol dari posisi yang berbeda-beda,” paparnya.

Lebih jauh kata Gun Gun, setidaknya ada lima masalah yang membuat sistem pemerintahan tidak berjalan efektif, antara lain problem sistemik, personalitas kepemimpinan, struktural, fatsun politik, dan pertarungan opini di media massa. “Mulai dari kasus Hambalang, Century dan lain-lainnya, parpol beusaha mendongkrak dengan menembak lawan politik,” terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Bertemu Di Mekkah, Fahri Kenang Bersama KH Ma’ruh Saat Antarkan Gus Dur Jadi Presiden

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI yang juga politisi dari

Presiden Minta KAGAMA Buat ‘Nation Branding’

JAKARTA- Presiden Joko Widodo menerima pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas