NAB Reksa Dana Jiwasraya Sangat Bagus, Dananya Bisa Melunasi Gagal Bayar

Ilustrasi

JAKARTA-Keputusan manajamen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengumumkan gagal bayar klaim polis sebesar Rp 802 miliar pada 2018 dipertanyakan.

Pasalnya, Jiwasraya sebenarnya masih memiliki sejumlah portofolio saham dan instrumen keuangan lainnya yang bisa dipakai Manajemen Jiwasraya menyelesaikan gagal bayar klaim tersebut.

Tim Penasehat Hukum, Heru Hidayat, Kresna Hutauruk menjelaskan kondisi keuangan Asuransi Jiwasraya masih memiliki dana dari deposito yang mampu melunasi semua pembayaran polis nasabah.

“Kecuali gagal bayar Rp 802 miliar namun tidak punya apa-apa. Ini masih punya deposito dan obligasi, selain itu selama tahun 2018 dia (Jiwasraya) terima premi Rp 5 triliun lebih,” katanya saat ditemui pada jeda persidangan lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Baca :  Mandul Dalam Kasus Jiwasraya, Bukti Komisioner OJK Titipan Elit

Lebih lanjut, Kresna Juga mempertanyakan alasan manajemen Asuransi Jiwasraya tak menarik dana hasil investasi dari Manajer Investasi (MI) pada saat mengumumkan gagal bayar klaim polis.

Padahal, pada saat Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana milik Jiwasraya sangat bagus yang mana dananya bisa melunasi gagal bayar klaim polis tersebut.

“Nilai barang bagus namun tidak pernah redeem. MI juga bingung kenapa Jiwasraya engga redeem, semuanya nilai NAB bagus kok 2018,” ucap dia.

Di sisi lain, Kresna juga menyoroti, manajemen Jiwasraya saat ini yang mengomentari imbal hasil produk JS Saving Plan yang dirasa terlalu tinggi sebesar 13 persen.

Pasalnya, tambahnya, imbal hasil JS Saving Plan sebenarnya sudah turun di level 7 persen.

Baca :  Selesaikan Jiwasraya, Legislator Dorong Jalur Hukum Bersamaan Dengan Pansus

“Dia (manajemen baru) bilang bunga saving plan tinggi, setelah itu bunga 7 persen. Tapi di masa kepemimpinan Pak Hexana, dia mengeluarkan Medium Term Note (MTN) atau surat utang jangka menengah dengan bunga 11,25 persen. Ini kan lucu dia bilang bunga saving plan kemahalan, tapi mengeluarkan MTN bunga 11,25 persen,” tukas Kresna.