Nasib 1.800 Orang Guru Honorer di Tangsel Terancam

ilustrasi

TANGERANG-Sebanyak 1.800 tenaga pendidik honorer di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terancam tak memperoleh pekerjaan pasca kesepakatan Pemerintah dan DPR RI terkait perekrutan tenaga honorer pada institusi pemerintah.

“Sekarang ini ada 1.800 tenaga pendidik berstatus honorer di Sekolah Negeri di Tangerang Selatan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono, Rabu 22 Januari 2020.

Meski telah adanya kesepakatan bersama antara Pemerintah (Kemenpan RB) dan DPR RI terkait tenaga pegawai honor, Dindikbud Tangsel mengakui masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah kota Tangsel.

“Terkait dengan status kepegawaian Guru, tentu itu hal lain. Dan kita tunggu kebijakan pusat dan daerah seperti apa, apakah status guru honorer dijadikan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) atau bahkan PNS,” ucap dia.

Baca :  PSI Desak Kasus AY Diselesaikan Secara Adil

Menurut dia, pada sektor pendidikan, guru menjadi bagian sangat penting dalam proses transfer ilmu, pengetahuan dan kebudayaan. 

“Peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan. Yang penting lagi adalah kesejahteraan guru harus diperhatikan dan ditingkatkan, agar kualitas pendidikan bisa terus meningkat dan harapan adanya sumber daya manusia unggul segera bisa terwujud,” tandas dia.

Sementara ditemui di sejumlah sekolah negeri di Tangerang Selatan, tak ada satupun guru honorer yang berani menyampaikan pendapatnya mengenai kebijakan baru tersebut.

Umumnya, mereka masih menunggu kebijakan dari Pemerintah daerah Kota Tangsel.