Natalia Rusli, Pengacara Gagal First Travel, Mau Cari Untung di Indosurya?

Indosurya
Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta (Dok. Indosurya Simpan Pinjam)

Geram sekali saya menonton video rekaman Natalia Rusli sedang ngompori anggota Koperasi Indosurya untuk menggugat KSP Indosurya terkait perpanjangan tempo pembayaran.

Dalam etika, seorang pengacara tidak boleh mencari perkara, apalagi proaktif menawarkan perkara untuk mencari keuntungan dari client nya. Ini Natalia Rusli malah lebih jauh lagi bahkan mempromosikan dirinya yang sedang memegang kasus jamaah First Travel.

Anda bisa nonton video rekaman Natalia Rusli di sini:

Untuk anggota Koperasi Indosurya, berhati-hatilah dengan Natalia Rusli! Tahukah anda, semua jamaah First Travel saat ini gigit jari karena tidak ada duit mereka yang kembali, boro-boro bisa umroh.

Natalia Rusli Pengacara Gagal First Travel

Natalia Rusli pengacara gagal menangani kasus jemaah First Travel, kok bisa dia mempromosikan dirinya dengan kasus ini?

Silakan baca berita ini, gugatan jemaah First Travel yang dimainkan oleh Natalia Rusli DITOLAK pengadilan!

Baca :  Diserang Pemberitaan Buruk Media, Ini Permintaan KSP Indosurya untuk Anggotanya

Usai Gugatan Ditolak, Korban First Travel: Ya Allah Kuatkan Perjuangan Kami

Setelah gugatan ditolak, Natalia Rusli mencoba cuci tangan dengan berkelit seperti yang ditulis di bawah ini:

Sementara itu, Natalia Rusli, pengacara korban First Travel yang mewakili 30 ribu orang jemaah, tidak bisa menjelaskan perihal ditolaknya gugatan para calon jemaah Frist Travel oleh PN Depok, Jawa Barat.

Sebab, pihaknya tidak ada kaitan dengan para pengugat .

“Sebenarnya pihak kami bukan pengugat, kami tidak bisa bicara dan tidak tahu isi gugatan seperti apa. Kami menangapi (mengawal) surat Kementrian Agama yang keluar pada 25 November 2019 tentang rencana mau memberangkatkan 63 orang jemaah ke Tanah Suci. Kami menyabut gembira Kementrian Agama mau memberangkatkan jemaah korban Firts Travel,” kata Natali didampingi para koordinator korban First Travel.

Baca :  Tak Ada Alasan untuk Panik, Anggota KSP Indosurya Bisa Gelar RUA

Rencana itu kata dia, semoga terealisasi oleh Kementrian Agama melalui agen jasa travel yang ada, dananya dari Pemerintah.

Tapi hingga saat ini, tidak ada seorang pun dari jamaah First Travel yang diberangkatkan umroh! Tidak juga duitnya kembali!

Indosurya Jangan Seperti First Travel: Aset Dirampas Negara, Jemaah/Anggota Gigit Jari

Kasus First Travel merupakan kasus yang bisa dijadikan cerminan oleh anggota Koperasi Indosurya.

Jangan sampai salah langkah, akhirnya duit tidak ada yang kembali dan jemaah/anggotanya gigit jari.

Klien terus buntung, pengacaranya yang untung.

Membaca tulisan di detikcom ini, “Dirampas Negara, Blunder Skenario Besar Selamatkan Aset Jemaah First Travel” karena kasus ini sudah dimasukkan ke pidana, akhirnya melalui Mahkamah Agung (MA) merampas sebagian aset First Travel ke negara, bukan ke jemaah. Padahal, aset itu dibeli dari dana jemaah yang ingin berangkat umroh. Putusan ini menjadi blunder skenario penyelamatan aset jemaah.

Baca :  Meski Diserang Pemberitaan Negatif Media, KSP Indosurya Tegaskan Pembayaran Dana Anggota

Apakah anggota Koperasi Indosurya mau seperti jamaah First Travel yang ditangani oleh Natalia Rusli?

Sikap yang tepat adalah anggota koperasi Indosurya memberikan kesempatan dan kepercayaan pada pengurus Koperasi Indosurya untuk melaksanakan kewajibannya.

Kondisi saat ini memang tidak mudah, apalagi ditambah kasus Virus Corona, tapi selama Pengurus Koperasi Indosurya mau bertanggung jawab, maka anggota Koperasi harusnya memberikan dukungan. Jangan sampai terprovokasi dan kena pancingan pengacara gagal macam Natalia Rusli yang sudah terbukti jamaah First Travel gigit jari sampai saat ini.

Bustan Arifin, Pengamat Ekonomi dari Asosiasi Sosial Ekonomi Indonesia (ASEI)

*)kolom opini adalah opini terbuka. Seluruh opini dan material merupakan tanggung jawab tiap penulis