Neraca Perdagangan Indonesia Juni 2014 Defisit

ilustrasi

JAKARTA-Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2014, sesuai dengan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat defisit 0,30 miliar dolar AS setelah pada bulan sebelumnya mengalami surplus sebesar 0,05 miliar dolar AS.

Kinerja neraca perdagangan tersebut dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas Juni 2014 yang menyusut ditengah penurunan defisit neraca perdagangan migas dibandingkan kondisi Mei 2014.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara mengatakan surplus neraca perdagangan nonmigas pada Juni 2014 tercatat sebesar 0,30 miliar dolar AS, menyusut dibandingkan dengan surplus pada Mei 2014 sebesar 1,39 miliar dolar AS. 

Berkurangnya surplus nonmigas tersebut dipengaruhi oleh kenaikan impor nonmigas sebesar 11,41% (mtm) yang melampaui kenaikan ekspor nonmigas sebesar 1,43% (mtm).

Baca :  Neraca Perdagangan Oktober 2019 Surplus 161,3 Juta Dollar

“Kenaikan impor nonmigas terjadi pada 7 dari 10 golongan barang utama yaitu mesin dan peralatan mekanik, besi dan baja, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, kendaraan bermotor dan bagiannya, barang dari besi dan baja, dan sisa industri makanan,” jelasnya di Jakarta, Senin (4/8).

Sementara itu, katanya peningkatan ekspor nonmigas terutama didukung oleh kenaikan ekspor mesin/peralatan listrik, mesin/pesawat mekanik, perhiasan/permata, kendaraan dan bagiannya, dan berbagai produk kimia.

Menurut negara tujuan, peningkatan ekspor nonmigas Juni 2014 terutama terjadi untuk tujuan Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Uni Eropa dan Taiwan.

Penurunan kinerja neraca perdagangan Juni 2014 tertahan oleh menyempitnya defisit neraca perdagangan migas yang turun menjadi 0,60 miliar dolar AS dari 1,34 miliar dolar AS di bulan Mei 2014.

Baca :  NPI Triwulan II 2019, Ketahanan Eksternal Tetap Terjaga

Penyempitan defisit neraca perdagangan migas tersebut disebabkan oleh kenaikan ekspor migas sebesar 17,45% (mtm), baik minyak mentah, hasil minyak, dan gas, di saat impor migas terkontraksi 8,42% (mtm). 

“BI memandang bahwa perkembangan neraca perdagangan Juni 2014 ini masih sesuai dengan pola musiman menjelang hari raya Idul Fitri dan diperkirakan kembali membaik didukung oleh peningkatan aktivitas ekspor seiring perbaikan ekonomi global.  Bank Indonesia akan terus mencermati risiko global dan domestik yang dapat mempengaruhi prospek defisit transaksi berjalan dan ketahanan eksternal,” pungkasnya.