Neraca Perdagangan Nonmigas Januari-Juli 2013 Surplus

Tuesday 3 Sep 2013, 9 : 10 pm
by

JAKARTA-Neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada periode Januari-Juli 2013 mengalami surplus sebesar USD 1,98 miliar, namun demikian neraca perdagangan migas pada periode yang sama masih mengalami defisit USD 7,63 miliar. Akibatnya, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia masih defisit sebesar USD 5,65 miliar. Sementara itu, pada bulan Juli 2013, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 2,3 miliar. Kondisi tersebut disebabkan oleh terjadinya defisit perdagangan migas sebesar USD 1,9miliar (bulan sebelumnya defisit sebesar USD 730,6juta) dan defisit non migas sebesar USD 454,4 juta (bulan sebelumnya defisit USD 146,6juta).

Menurut Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi, penyebab defisit migas di bulan Juli 2013 adalah tingginya impor hasil minyak yang nilainya naik 24,8% (MoM) dan volumenya naik 25,9%. Sedangkan untuk defisit nonmigas disebabkan oleh kenaikan impor mesin-mesin/pesawat mekanik, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, kendaraan dan bagiannya, serta besi dan baja, yang bernilai antara USD 117 juta-386 juta atau naik sekitar 15-33,7% (MoM).

Baca juga :  Puan Dorong UMKM Lebih Gencar Promosi Lewat Online

India, Amerika Serikat(AS), Belanda, Filipina, dan Turki merupakan mitra dagang penyumbang surplus terbesar selama Januari-Juli 2013. Surplus perdagangan dengan India dan AS mengalami peningkatan yang paling signifikan dari USD 4,5 miliar menjadi USD 5,3 miliar dan dari USD 2,1 miliar menjadi USD 3,7 miliar. Sementara itu, Cina, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Australia menjadi mitra dagang penyumbang defisitterbesar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

Presiden: Jangan Ada Lagi Produk Kita Dipatenkan Bangsa Lain

JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan produk kerajinan dari tanah

Potensi Penurunan Penerimaan Pajak 2016 Cukup Signifikan

JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan potensi  penurunan dari