Nippon Shokubai Siap Ekspansi Kapasitas Pabrik

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JEPANG-Perusahaan Nippon Shokubai berencana melakukan ekspansi kapasitas pabrik menjadi 240 ribu metrik ton per tahun dari saat ini 140 ribu metrik ton per tahun. Saat ini, perusahaan telah menanamkan invetasinya di Tanah Air, di bawah bendera Nippon Shokubai Indonesia, dengan mengucurkan modal hingga USD120 juta pada Agustus 1996.

“Nippon Shokubai ini kita harapkan dapat melakukan pengembangan produk turunan dari acrylic acid. Setelah 2021, ketika mereka commercial operation, kapasitasnya tentu akan bertambah,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Senin (18/11).

Agus menambahkan, Kemenperin tidak hanya mendorong untuk menghasilkan produk kimia hulu, namun juga investasi tersebut bisa menciptakan produk kimia hilir. “Mereka hampir memproduksi 10 persen dari total kebutuhan produk acrylic acid di dunia, sehingga yang mau kami dorong adalah juga produk hilirnya,” sebutnya.

Baca :  Inalum Diminta Tambah Investasi di Kaltara

Untuk industri baja, direncakan Menperin akan bertemu dengan Nippon Steel Corporation. Hal tersebut, sekaligus dalam upaya mencari solusi untuk peningkatan daya saing industri baja tanah air, sehingga tidak menjadi salah satu penyumbang deficit neraca perdagangan Indonesia.

“Upaya mengendalikan defisit itu harus kita cari. Di Indonesia, Nippon Steel punya kerja sama dengan Krakatau Steel, proyek investasinya senilai USD142 juta. Misi kami agar Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) bisa meningkatkan porsi CRC (cold rolled coil) lokal untuk mencapai nilai TKDN produk otomotif,” paparnya.

Dalam lawatan ini, Menperin didampingi Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono, Inspektur Jenderal Kemenperin Setyo Wasisto, Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin Putu Juli Ardika, Direktur Industri Kimia Hulu Ditjen IKFT Kemenperin Fridy Juwono.

Baca :  Biaya Proyek Pelabuhan Tanjung Batu Mencapai Rp 47,31 Miliar