OJK: 68 Emiten di Pipeline Penawaran Umum Dengan Nilai Rp40,54 Triliun

Ketua OJK, Wimboh Santoso

JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, per 28 Juli 2020 terdapat 68 calon emiten di pipeline penawaran umum yang akan menghimpun dana melalui pasar modal dengan total nilai diperkirakan mencapai Rp40 54 triliun.

Pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat konferensi pers usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (5/8).

Wimboh menyebutkan, hingga 28 Juli 2020 penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp54,13 triliun dengan 28 emiten baru.

Wimboh menilai, jika bercermin pada jumlah emiten di pipeline penawaran umum dan nilai penghimpunan dana melalui pasar modal tersebut, maka menunjukkan bahwa pelaku usaha masih memiliki minat yang tinggi untuk menggalang dana di pasar modal.

Baca :  OJK: Hingga Kuartal I-2020, Sebanyak 70,73% Emiten Bukukan Laba

“Hal ini merupakan sinyal positif, karena masih tingginya minat pelaku usaha menghimpun dana melalui pasar modal domestik,” ujar Wimboh.

Sebelumnya, dia merincikan bahwa dana senilai Rp54,13 triliun itu terdiri dari 73 jenis penawaran umum, seperti penawaran umum perdana saham (IPO) yang dilakukan oleh 28 emiten dengan total nilai emisi sebesar Rp3,28 triliun. Penawaran Umum Terbatas (PUT) sebanyak delapan penawaran dengan nilai mencapai Rp9,52 triliun.

Selain IPO dan PUT, penghimpunan dana melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Efek Bersifat Utang/Sukuk (EBUS) Tahap I sebesar Rp12,79 triliun dari 23 penawaran umum. Sedangkan, PUB EPUB EBUS Tahap II mencapai Rp28,85 triliun dari 26 penawaran.

Wimboh mengungkapkan, nilai penawaran umum terbesar dilakukan oleh sektor keuangan yang mencapai 52,86 persen dari total penghimpunan dana sebesar Rp54,13 triliun.

Baca :  Obligasi Bank OCBC NISP Oversubscribed Rp 855 Miliar

Selanjutnya diikuti sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi sebesar 19,05 persen. Sektor pertambangan sebesar 10,03 persen dan sektor basic industry and chemicals sebesar 5,56 persen.

Penghimpunan dana sebesar Rp54,13 triliin hingga 28 Juli 2020 tersebut penggunaannya lebih besar untuk modal kerja, yakni sebesar Rp55,85 persen dan untuk membayar utang sebesar 21,62 persen. Dana yang dimanfaatkan untuk ekspansi sebesar 14,25 persen dan selebihnya dimanfaatkan sebagai dana penyertaan hingga membayar biaya emisi sesuai prospektus penawaran umum.