OJK Gelar Pasar Keuangan Rakyat di Medan

Tengku Erry Nuradi (Plt. Gubernur Medan), Ahmad Soekrotratmono (Kepala Kantor Regional OJK Sumatera), Randiman Tarigan (pj Walikota Medan), dan Gus Irawan Pasaribu (Anggota DPR RI Komisi XI)

MEDAN-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Kegiatan Edukasi Keuangan melalui kegiatan Pasar Keuangan Rakyat (PKR) di Lapangan Benteng, Medan, Sumatra Utara.

Acara ini dihadiri oleh Tengku Erry Nuradi (Plt. Gubernur Medan), Ahmad Soekrotratmono (Kepala Kantor Regional OJK Sumatera), Randiman Tarigan (pj Walikota Medan), dan Gus Irawan Pasaribu (Anggota DPR RI Komisi XI).

Rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi 60 Guru SMP dan SMA serta dilanjutkan dengan simulasi mengajar bagi peserta ToT terbaik di sekolahnya pada 28 Oktober 2015.

PKR di Medan merupakan yang ke-6 dari sebelumnya diselenggarakan di Solo, Aceh, Makassar, Kupang, dan Surabaya.

“Dalam penyelenggaraan Pasar Keuangan Rakyat, 53 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) turut berpartisipasi dengan harapan dapat mengenalkan kepada khalayak pengembangan produk atau layanan jasa keuangan oleh OJK bersama LJKyang lebih aksesi belantara lain dari Bank Indonesia (BI), LAPS, Bursa Efek Indonesia (BEI), Ikatan Bankir Indonesia (IBI), sektor Perbankan, Perasuransian, Pegadaian, Pembiayaan, Dana Pensiun, dan asosiasi di sektor jasa keuangan,” ujar Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Lasmaida S.Gultom dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (25/10).

Baca :  Jokowi: Bersihkan Bursa dari Praktek Jual Beli Saham Yang Tidak Benar

Rangkaian kegiatan PKR salah satunya terdiridari Talkshowyang dilakukan pelaku Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam memberika konseling keuangan OJKdan meningkatkan akses keuangan.

Pasar Keuangan Rakyat merupakan salah satu bentuk implementasi Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI)Pilar 1, yaitu Edukasi dan Kampanye Nasional Literasi Keuangan.

Edukasi dengan model pasar keuangan rakyat merupakan upaya OJK untuk mempertemukan dan mendekatkan Sektor Jasa Keuangan kepada masyarakat yang selama ini belum tergerak untuk mengetahui mengenai sektor jasa keuangan dapat dengan mudah mencari informasimengenai SJK.

Diharapkan akan muncul keinginan untuk memiliki produk keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dimasa yang akan datang.

Pada tahun 2013, OJK menyelenggarakan survei nasional literasi keuangan Indonesia, dengan responden sebanyak 8.000 dari 20 provinsi di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara sebesar 29,5%.

Baca :  Catatkan Saham di BEI, Saham WOWS Oversubscribed 30,9 Kali

Hal tersebut menunjukkan hanya terdapat 29 orang penduduk dari 100 penduduk Provinsi Sumatera Utara yang telah memiliki pengetahuan, keterampilan dan keyakinan terhadap sektor jasa keuangan.Khusus untuk Kota Medan, tingkat literasi keuangan adalah sebesar 31,5%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi Sumatera Utara.

OJK konsisten mendorong serta mendukung Lembaga Jasa Keuangan (LJK) menyediakan Layanan Keuangan Mikro (Laku Mikro) sehingga dapat menjangkau masyarakat di sektor jasa keuangan, khususnya yang berpenghasilan rendah dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Laku Mikro merupakan produk dan jasa keuangan dari berbagai industri jasa keuangan yang bersifat low cost.

Layanan terpadu yang menyediakan produk dan jasa keuangan mikro dengan proses yang sederhana, cepat, akses yang mudah, yang terdiri dari Produk dan jasa keuangan mikro yang dimiliki oleh LJK.

Baca :  Analis Sarankan Investor Beli Saham Jangka Panjang

Disamping itu juga layanan SiPINTAR yang merupakan layanan keuangan mikro terpadu yang terdiri dari Simpanan (TabunganKu atau tabungan sejenis), Investasi (cicilan emas mikro dan reksa dana mikro) dan poteksi (asuransimikro). Selain itu, juga layanan edukasi dan konsultasi keuangan mikro.