OJK Ingin Genjot Asuransi Mikro

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau para pelaku industri asuransi untuk mengembangkan produknya menyasar kelas bawah dengan menawarkan produk asuransi mikro. Hal ini penting mengingat 95 persen pekerja Indonesia lebih banyak bergerak di sektor informal. Untuk itu diharapkan sektor pertanian dan peternakan harus menjadi target pasar asuransi mikro.

Demikian disebutkan Kepala Eksekutif Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani saat diskusi ‘Insurance Outlook 2016, Prospek Pertumbuhan Ekonomi, Perbankan, Multifinance, dan Asuransi’ di Jakarta, Kamis (19/11). “Saya tidak pernah bosan untuk mengajak industri ayo jual asuransi mikro untuk kelas lower income,” ujar dia.

Apalagi memang ke depan, kenaikan kelas lower income ke middle income akan banyak migrasi seiring pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun yang akan datang. “Saya sering tanya ke industri, teman-teman industri sudah jual belum asuransi mikro? Memang jual ini sangat extra effort. Tapi kita semua perlu kaji, premibya harus myrah dan sederjana produknya. Itu akan dapat masuk kemana-mana,” paparnya.

Baca :  19 Perusahaan Asuransi Raih Infobank Award Unit Link 2016

Untuk itu, OJK mengharapkan agar produk asuransi mikro itu terus dapat diterima pasar, perlu diwajibkan agar perusahaan asuransi mau menawarkan produk ini. “Kami harapkan, sekitar 5 persen dari produknya adalah asuransi mikro. Kalau di bank kami sudah wajibkan sebanyak 20 persen dari penyaluran kreditnya itu harus ke sektor UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah),” ujarnya.

Lebih lanjut Firdaus mengelaborasi pasar asuransi mikro yang masih terbentang luas. Dari sisi pekerja informal, kata dia, jumlahnya mencapai 55 juta yang bergerak di bidang UMKM. Artinya sebanyak 95 persen pekerja berasal dari sektor informal yang sangat berisiko. “Ayo ajak kenalkan asuransi sedini mungkin pada lower income,” ajak dia lagi.

Baca :  Sun Life Financial Ambilalih 51% Saham CIMB Sun Life

Selain itu, sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan menjadi pasar yang positif bagi asuransi mikro. Menurutnya saat ini OJK sudah mengandeng pihak pemerintah dalam menyalurkan asuransi mikro di sektor pertanian. “Kami bersama Kementerian Pertanian sudah mengucurkan Rp150 miliar untuk subsidi premi 1 juta hektar lahan pertanian,” kata dia.

Skemanya 20 persen dibayar petani sisanya ditanggung pemerintah. Asuransi ini akan menanggung masalah besar pertanian seperti banjir, kekeringan, irigasi bocor, dan lainya. Produk ini berkembang di 16 propinsi, 70 kabupaten, dan 2.000 kecamatan. “Sampai saat ini, dari target 1 juta hektar baru bisa 32 ha yang sudah dicover asuransi,” tutupnya. (TMY)