Oktober 2014, Aliran Dana Asing Senilai Rp 45,27 Triliun

ilustrasi

MATARAM-Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan di atas 5% per tahun, mengindikasikan tingkat kesejahteraan penduduk Indonesia telah mengalami kenaikan atau kemajuan dari waktu ke waktu.

Stabilitas politik dan keamanan dalam negeri turut menunjang perbaikan iklim investasi sehingga memicu peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Jika di 2000 silam PDB per kapita Indonesia berjumlah Rp6,72 juta maka di 2013 angkanya meningkat menjadi Rp36,50 juta.

“Dengan sebagian besar penduduk Indonesia masih merupakan golongan usia produktif, serta tingkat konsumsi yang semakin meningkat memicu investor khususnya dari luar negeri dalam membidik Indonesia sebagai pangsa pasar yang prospektif dan potensial,” ujar Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2 Bursa Efek Indonesia (BEI) Umi Kulsum dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Baca :  Rupiah Kembali Bergerak Pada Level New Low

Menurutnya, dari mulai sektor riil sampai pasar modal, investor asing terus menanamkan dana setiap tahunnya.

Di pasar modal sendiri, aliran dana investor asing yang masuk ke pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencatatkan jumlah yang signifikan dimana sejak 2010, total aliran dana investor asing yang masuk ke pasar modal Indonesia tercatat mencapai jumlah Rp85,77   triliun.

Sementara investor asing memang sempat menarik kembali dananya keluar dari pasar modal Indonesia di 2013 dengan jumlah Rp20,64 triliun untuk merealisasikan keuntungan. Namun sejak awal tahun ini sampai dengan 31 Oktober 2014, aliran dana investor asing mencatatkan rekor baru senilai Rp45,27 triliun.

Di sisi lain, ujarnya BEI bersama self regulatory organization lain seperti PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) senantiasa berupaya menambah varian produk di pasar modal.

Baca :  Beli 25% Saham Asuransi Mitra Pelindung, MPMX Rogoh Kocek Rp332 Miliar

Salah satunya adalah dengan meningkatkan jumlah perusahaan mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia.

Sejak 1995 sampai dengan per 31 Oktober 2014 jumlah perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI telah meningkat lebih dari dua kali lipat. Jika pada 1995 silam jumlah emiten di BEI baru mencapai 238 emiten, di tahun ini jumlahnya sudah mencapai 501 emiten.

Hal tersebut membuat kapitalisasi pasar modal Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Per 31 Oktober 2014, kapitalisasi pasar modal Indonesia telah mencapai Rp5.071 triliun atau US$413 juta.

Jumlah tersebut hampir menyamai bursa lain di kawasan regional seperti Bursa Thailand (US$434 juta), Bursa Malaysia (US$515 juta) dan Bursa Singapura (US$581 juta) dan diperkirakan akan melampaui ketiga bursa tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Baca :  Said Abdullah Dorong Otoritas dan Pemerintah Buka Askes UMKM Melantai di Bursa

Peningkatan kapitalisasi pasar juga sejalan dengan pertumbuhan level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir dan melampaui level indeks saham negara lain di kawasan regional.

Di sepanjang tahun ini sampai dengan 31 Oktober 2014, IHSG sudah tumbuh 19,08% atau di atas indeks saham Shanghai (15,38%), Dow Jones (4,35%), Singapura (3,84%), Hongkong (3,24%), Tokyo (0,75%), Malaysia (-0,93%), dan Korea (-2,33%).