Optimalkan CSR Untuk Topang Intern Business di Era New Normal

Mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Mas Achmad Daniri

JAKARTA-Mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Mas Achmad Daniri menyarankan agar para pelaku usaha bisa mengoptimalkan manfaat dana dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) untuk membantu keberlanjutan bisnis di internal perusahaan di tengah pengetatan keuangan saat era new normal.

Menurut Daniri, pandemi Covid-19 telah mengubah cara berbisnis bagi perusahaan, sehingga manajemen dituntut untuk mengoptimalkan ketersediaan sumber daya untuk menjaga kelangsungan bisnis di era new normal.

Dia mencontohkan, dana CSR yang tersedia diharapkan bisa memberikan manfaat sosial maupun intern business perusahaan.

“CSR perlu melibatkan karyawan dan konsumen. Manfaat sosial, juga berarti manfaat bagi sebuah perusahaan,” ujar Daniri selaku Ketua Dewan Juri Top CSR 2020 dalam seminar virtual bertajuk “The Key Strategies of CSR to Support Business Continuity in New Normal” di Jakarta, Senin (29/6).

Baca :  Kapitalisasi Pasar BEI Mengalami Peningkatan Sebesar 652,44%

Dia mengatakan, untuk mendapatkan mafaat optimal dari program CSR di tengah kondisi new normal, perusahaan harus merumuskan inisiatif CSR strategis dengan memperhatikan dampak Covid-19 terhadap masyarakat dan aktivitas bisnis. Sehingga, pertimbangan tersebut akan  menciptakan dana CSR yang juga dapat membantu perusahaan dalam mengurangi dampak pandemi Covid-19.

Selain itu, menurut Daniri, penyesuaian inisiatif CSR mesti dibarengi dengan penyesuaian sistem kerja perusahaan dalam seluruh value chain perusahaan.

Dia menilai, kebijakan dan strategi CSR  terkait erat dengan bisnis berkelanjutan, lantaran memiliki kerangka investasi jangka panjang dalam bentuk kepercayaan publik dan citra positif perusahaan.

Lebih lanjut Daniri menambahkan, program CSR seharusnya dimulai dari karyawan sebuah perusahaan. “CSR sering terlalu fokus ke konsumen, sebenarnya hal itu harus dimulai dari “rumah” atau internal perusahaan yang pada akhirnya mampu berperan dalam menopang keberlangsungan bisnis di internal,” ujarnya.

Baca :  Panja: Bongkar Transaksi 8000 Saham Rugikan Jiwasraya

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar. Dalam sambutannya, Menteri Siti Nurbaya mengatakan, program CSR memiliki hubungan dengan bumi dan ilmu pengetahuan.

“Saat terjadi pandemi Covid-19, kita semua tetap harus bekerja dan berinovasi, termasuk mengintensifkan isu penting tentang bumi melalui CSR,” ucapnya.

Siti Nurbaya berharap, perusahaan juga bisa secara optimal memanfaatkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) yang sekaligus bisa mendukung keberlangsungan bisnis di internal perusahaan.

“Semua orang bisa berbuat nyata untuk mengatasi isu tentang bumi, termasuk melalui aktivitas CSR,” kata Siti Nurbaya.