Pajak Ganda, WNI Enggan Tarik Uang di Singapura

Thursday 27 Feb 2014, 12 : 28 pm

JAKARTA-Dana Warga Negera Indonesia yang mengendap di Singapura mencapai Rp1500 triliun, karena itu untuk mencari cara menarik modal ini. Pemerintah berupaya menghapus pajak ganda. “Orang berusaha mencari cara membayar pajak serendah mungkin, tidak membayar pajak ganda,” kata Wakil Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Kamis, (27/02/204).

Oleh karena itu, kata Bambang, pemerintah telah menyiapkan lima strategi guna menarik devisa bernilai sedikitnya Rp 1.500 triliun tersebut.”Pemilik dana butuh instrumen yang menjanjikan,” ujarnya.

Menurut Mantan Dekan FEUI ini, industri keuangan dalam negeri justru harus kreatif menciptakan instrumen dan insentif. ”Misalnya, imbal hasil tinggi, aman, dan tidak banyak diganggu,” tegasnya

Kebutuhan-kebutuhan diakui belum terakomodasi sepenuhnya di dalam negeri. Karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah. Penyusunan langkah itu berdasarkan kajian bersama sejumlah pemangku kepentingan bidang fiskal dan moneter. ”Salah satu masalahnya soal pajak,”
Pemerintah, lanjut Bambang, sedang mengkaji insentif pajak bagi produk-produk keuangan dan investasi. Kebijakan itu tidak untuk menghapus pajak yang sudah ada. Kebijakan itu untuk meniadakan pajak instrumen investasi baru. Pemerintah juga akan menghapus pajak ganda dalam produk-produk investasi.

Setelah insentif diberikan, pemerintah mendorong penerbitan produk-produk investasi baru. Dengan demikian, ada alternatif bagi pemilik modal untuk menempatkan dananya. ”Di Singapura, banyak sekali pilihan produk yang sebenarnya bisa juga diterbitkan di sini. Bahkan, di Singapura ada produk yang khusus untuk investor asing berdana besar,” pungkasnya. **cea

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Saiful Huda: Jokowi Lebih Norak Dari SBY

JAKARTA-Ketua Umum (Ketum) Ormas Harimau Jokowi Saiful Huda Ems mengeritik

HSG Berpotensi Lanjut Melemah, Buy ADMR, BBNI, BBRI, BRIS, ISAT dan ADRO

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan