Pakde Karwo: Harga Kebutuhan Pangan Stabil di Jatim

SURABAYA-Harga kebutuhan pangan di Jatim  menghadapi Hari Idul Fitri 1435 H  seperti beras, minyak goreng, gula pasir relatif stabil artinya tidak ada kenaikan. Bahkan untuk harga telur ayam mengalami penurunan.  Untuk kebutuhan beras, masyarakat telah beralih dari kualitas medium meningkat menjadi premium. “Jadi saat ini masyarakat Jawa Timur telah beralih mengkonsumsi beras premium, mereka sudah tidak berminat untuk mengkonsumsi beras kualitas medium” jelas Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo yang biasa disapa Pakde Karwo saat memimpin Rapat Pemantapan Harga Kebutuhan Pangan Menjelang  Idul Fitri 1435 H , di Ruang Kerja Gubernur Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (18/7).

Disebutkan bahwa harga beras jenis premium saat ini Rp. 8.000,-/kg, minyak goreng Rp. 11.000/kg, gula pasir Rp. 9.750,-/kg. Bahkan untuk harga telur mengalami penurunan sebesar Rp. 1.000,-,- dari Rp. 17.000,- menjadi Rp. 16.000,-. Untuk harga daging sapi kualitas Rp. 95.000,-/kg, tetelan seharga Rp. 85.000,-/kg.

Dijelaskan pada rapat tersebut, bahwa untuk memenuhi kebutuhan sapi selain sapi jantan ada pula sapi betina, tetapi sapi betina yang telah afkir  artinya telah menjalani kelahiran sebanyak 6 kali.

Bulog Divre V Jatim untuk memantau kebutuhan pangan Masyarakat Jatim telah mempunyai 64 gerai  tersebar di 38 kabupaten/kota yang siap memenuhi kebutuhan 78 pasar di Wilayah Jawa Timur.

Selain itu, persiapan infrastruktur jalan yang dilakukan Pemprov Jatim untuk digunakan jalur mudik telah siap.  Wlayah-wilayah yang dianggap sebagai jalur rawan, Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan telah menambahi beberapa CCTV agar para pemudik bisa merasa aman ketika perjalan menuju ke kampung halaman. “Kami mengupayakan selain infrastruktur yang bagus, juga rasa aman ketika berada di jalan tercipta. Tentunya, Pemprov Jatim juga bekerjasama dengan TNI-Polri agar tercipta situasi yang aman saat mudik lebaran,” tuturnya.

Untuk daerah rawan macet, Pakde Karwo menyebutkan  ada dua titik yang dirasa paling macet yakni di Simpang Mengkreng Kab. Nganjuk, dan Duduk Sampeyan, Kab. Gresik. Simpang Mengkreng menjadi titik macet terparah di Jatim, dikarenakan merupakan pertemuan jalur Jombang, Kediri, dan Nganjuk. Selain itu ada dua palang pintu kereta api yang tiap satu jam sekali ditutup.

Sedangkan untuk Duduk Sampeyan, merupakan satu-satunya jalur akses menuju Tuban, Lamongan , Bojonegoro dan menuju Jawa Tengah. Untuk mengatasi kemacetan tersebut, nantinya akan memberikan perlakuan khusus agar kemacetan bisa terurai di titik tersebut.  “Di beberapa titik yang berpotensi mengalami kemacetan, seperti di beberapa jembatan timbang, Pemprov Jatim memiliki trik sendiri. Nantinya apabila terlihat akan macet, maka antrian di jembatan timbangan  akan diteruskan agar lalulintas bisa lancar. Hal tersebut bukan dilakukan untuk mengalihkan fungsi jembatan timbang akan tetapi menghindari kemacetan yang terjadi, apalagi saat mudik lebaran,” imbuhnya.

Pakde Karwo meminta agar karyawan Dinas Perhubungan tidak ada yang mengambil cuti selama liburan Idul Fitri. Mereka harus memantau jalan-jalan yang ada  utamanya jalan yang rawan kemacetan, dengan jalan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. “Jangan sampai jalan macet tidak ada petugas yang mengawasi,” pintanya. (LITA)