PAN: Citra DPR Berada di Ujung Tanduk

Friday 24 Nov 2017, 7 : 54 pm
by
Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno dalam diskusi Daksa Forum bertajuk 'Siapa Pantas Mengisi Kursi Ketua DPR' di Jakarta, Jumat (24/11).

JAKARTA – Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengaku citra parlemen makin terpuruk setelah Ketua DPR Setya Novanto ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus e-KTP.

Untuk itu, PAN berharap sosok yang ditunjuk menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI dapat memperbaiki citra DPR yang kini berada di ujung tanduk meskipun figur penggantinya menjadi otoritas Partai Golkar.

“Institusi DPR berada di ujung tanduk dan berdasarkan survei citra DPR terus turun. Ini adalah tsunami politik,” kata Eddy dalam diskusi Daksa Forum bertajuk ‘Siapa Pantas Mengisi Kursi Ketua DPR’ di Jakarta, Jumat (24/11).

Seperti diketahui, Setya Novanto resmi ditahan KPK, Minggu malam, (19/11) lalu setelah berkali-kali mengelak menghadiri pemeriksaan.

Penahanan dilakukan setelah KPK memastikan orang kuat Partai Golkar ini tak lagi memerlukan rawat inap, pasca-kecelakaan di kawasan Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Adapun Partai Golkar melalui rapat pleno DPP telah memutuskan memberikan kesempatan Novanto membela diri dalam sidang gugatan praperadilan terkait status tersangkanya pada kasus dugaan korupsi KTP berbasis elektronik.

Jika kalah dalam praperadilan, Golkar akan mendorong Setya Novanto mundur dari jabatan ketua umum dan mengganti posisi ketua DPR.

Namun, jika menang, Golkar akan mempertahankan posisi Setya Novanto.

Eddy mengaku tidak ada partai politik yang memiliki daya juang setangguh Partai Golkar di kancah perpolitikan Tanah Air.

Partai beringin ini tetap kokoh berdiri ditengah berbagai macam badai yang terjadi.

Terlebih daya juang sosok Setya Novanto yang memiliki rekam jejak telah berulang kali berhasil lolos dari jeratan hukum.

Karena itu kata Eddy, PAN tidak ingin terlalu jauh mengomentari permasalahan di internal partai beringin tersebut.

“Beliau itu dari kasus Bank Bali telah disebut-sebut tapi karier politiknya terus naik. Peningkatannya naik kelas terus,” ujarnya.

Eddy mengatakan, PAN tidak akan medahului seluruh proses hukum yang tengah menerpa Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar itu.

Namun, ia berharap partai beringin melakukan pergantian Ketua DPR guna menyelamatkan citra dari institusi dari lembaga legeslatif tersebut.

“Dan saya harus sampaikan, orang kalau sudah ditahan KPK biasanya mental baja seperti apa pun biasanya melorot. Apalagi di institusi yang memiliki rekam jejak untuk menghukum orang dengan kesuksesan yang tinggi,” lanjutnya.

“Jadi bagaimana sekarang proses pergantiannya, kalau kita bicara itu sepenuhnya merupakan wewenang Partai Golkar,” tandasnya

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Hadapi Masalah Kebangsaan, Dipo: Rakyat Harus Bersatu Padu

JAKARTA-Dampak pandemi Covid-19 membuat ekonomi daerah dan nasional menjadi terganggu.
Indocement tetap optimistis terhadap konsumsi semen domestik pada 2021, dengan perkiraan pertumbuhan 5 persen

Perkuat Bisnis Utama, Indocement Akuisisi Semen Grobogan Senilai Rp1,49 Triliun

JAKARTA-Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Dian Abadi Perkasa