Pandemi Corona dan Ancaman Pengangguran

Saya berharap, setidaknya awal Mei 2020, sudah ada hasil monev atas pelaksanaan program jaring pengaman sosial dan stimulus ekonomi. Bila kenyataannya tidak menjawab atas postur masalah yang ada, martabat pemerintah tidak akan turun, malah akan dapat apresiasi publik bila bertindak cepat merevisi kebijakan itu. Saya yakinkan, Badan Anggaran DPR sepenuhnya akan memberikan dukungan dalam upaya pemerintah memberikan yang terbaik untuk rakyat.

Terakhir, bila memang pandemi ini berskala waktu lama, kita semua, terutama pemerintah, harus siap ’’main panjang”. Karena itu, pemerintah harus punya worst scenario soal ini dengan mempertimbangkan jumlah penderita Covid-19 per periode waktu tertentu dan strategi yang akurat untuk mengatasi dampak sosial ekonominya.

Baca :  Kemenperin Dampingi Aparatur Industri Daerah Hadapi New Normal

Jika menilik kebijakan ekonomi (terutama pajak) dan postur APBN, pemerintah sebenarnya sudah siap menghadapi pelambatan ekonomi hingga 2022. Tetapi, saya tidak melihat desain program jaring pengaman sosialnya siap ’’main panjang” setidaknya jika dihadapkan potensi eskalasi kasusnya. Karena itu, libatkan banyak pihak yang kompeten untuk mendesain program-program tersebut.

Kita butuh strategi kreatif, partisipatif, breakthrough yang cepat, serta antisipatif. Sebab, bila kasus ini makin eskalatif, saya yakinkan pemerintah sendirian saja tidak akan sanggup. Kita butuh melalui fase ini dengan total saling memercayai dan gotong royong.

Penulis adalah Ketua Badan Anggaran DPR RI yang Juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian