Partai Golkar Persempit Partisipasi Publik, Respon Pengamat Soal DPD Golkar NTT Tak Buka Pendaftaran Cagub-Cawagub

Rabu 15 Mei 2024, 9 : 54 pm
by
Partai Golkar Persempit Partisipasi Publik, Respon Pengamat Soal DPD Golkar NTT Tak Buka Pendaftaran Cagub-Cawagub
Pengamat politik Ray Rangkuti. Foto: Antara

KUPANG – Keputusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tidak membuka pendaftaran calon gubernur dan calon wakil gubernur dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2024 dinilai sebagai langkah yang mempersempit partisipasi masyarakat dalam proses politik serta menjauhkan partai tersebut dari perhatian publik.

“Menurut saya menyempitkan partisipasi masyarakat dan sekaligus dan membuat mereka jauh dari perhatian publik,” ujar pengamat politik Ray Rangkuti, dikutip Tajukflores.com, Rabu (15/5).

Menurutnya, langkah DPD Golkar NTT ini bisa dianggap sebagai bentuk penghambatan terhadap proses demokratisasi yang sehat.

Dengan menutup pintu bagi calon-calon dari luar lingkungan internal partai, DPD Partai Golkar di NTT secara tidak langsung membatasi ruang bagi aspirasi politik yang beragam.

“Karena itu, saya tetap menyarankan supaya Partai Golkar di NTT tetap membuka penjaringan, sebab mereka tetap butuh dukungan masyarakat. Dukungan masyarakat itu salah satunya dengan melibatkan masyarakat dalam proses penjaringan ini. Jangan orang merasa dicrop gitu lho,” ungkap Ray.

Ray Rangkuti menekankan bahwa pendaftaran calon kepala daerah yang terbuka memiliki beberapa manfaat penting.

Pertama, hal ini memenuhi ketentuan demokratisasi dalam UU yang mengatur bahwa calon kepala daerah harus melalui proses yang demokratis.

Kedua, melibatkan partisipasi publik yang membuat calon kepala daerah didukung oleh partai politik dan masyarakat, bukan semata-mata dari internal Partai Golkar.

Ketiga, membuka penjaringan secara terbuka dapat meningkatkan popularitas Partai Golkar di daerah tersebut, karena partisipasi publik akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang partai tersebut.

“Itulah tiga hal penting kenapa pendaftaran dilakukan secara terbuka. Karena saya kira itu dilakukan banyak partai. Kenapa partai itu melakukan hal itu? Ya karena memenuhi tiga hal itu. Dan mereka merasa penting dekat dengan rakyat,” kata Ray Rangkuti

“Nah, salah satu cara dekat dengan rakyat itu kepala daerah tidak dipilih secara sepihak oleh Partai Golkar tapi hasil penjaringan,” imbuhnya.

Ia menyoroti bahwa Partai Golkar, seperti partai politik lainnya, membutuhkan dukungan dari berbagai partai politik untuk mencalonkan kandidatnya.

Dengan menutup pendaftaran, partai ini berpotensi menurunkan minat partisipasi politik dan meredupkan keragaman aspirasi politik di tingkat daerah.

Lebih lanjut, Rangkuti menjelaskan bahwa keputusan ini membuat proses seleksi calon terkesan seperti “bermain sendiri”.

Hal ini dapat mengurangi peluang bagi DPD Golkar NTT untuk menemukan kandidat yang memiliki jaringan luas dan dukungan yang solid dari masyarakat.

“Mana tahu kader-kader yang mencalonkan diri di Golkar itu adalah kader-kader yang memiliki jaringan luas. Nah, tetap dibuka,” ungkap Ray Rangkuti.

Dia menegaskan perlunya tetap membuka pendaftaran sebagai bagian dari proses demokratisasi internal partai.

Dengan cara ini, partai dapat menguji minat dan dukungan kandidat secara lebih luas, baik dari internal maupun eksternal partai.

“Kalau ada calon yang berminat, kan akan ketahuan itu, sebenarnya sejauh apa minat. Jangan kan orang luar, harus diketahui juga minat orang dalam terhadap yang bersangkutan. Nah itu jadi diuji. Jadi ini semacam pre elemanary. Pemilu awal lah,” ucapnya.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Tren Kejahatan Terhadap Anak Menurun di 2015

JAKARTA-Penerapan pemberatan hukuman pada pelaku kejahatan terhadap anak menurunkan kasus

SBR 005, Investasi Mudah, Mulai 1 Juta

JAKARTA-Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)