Partisipasi Pilkada Tangsel 2020 Ditargetkan 70%

karikatur dok faktawarna.com

TANGERANG-Partisipasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 di Kota Tangerang Selatan, ditargetkan mencapai 70 persen. Sebelumnya, pada Pilkada 2015 partisipasi pemilih Tangsel hanya 57 persen.

“Tadinya cuma 57 persen (pilkada 2015), Target kita pada Pilkada ini 70 persen,” tegas Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel Achmad Mudjahid Zein Jumat 20 Desember 2019.

Rendahnya partisipasi Pilkada tahun 2015 lalu, diantaranya karena banyaknya pemilik hak suara dari wilayah perumahan di Tangsel yang tak menggunakan hak suaranya. 

“Hasil Pilkada 2015, memang di wilayah-wilayah perumahan itu yang partisipasinya relatif kecil. Kita belum melakukan penelitian lebih mendalam. Ini baru asumsi,” kata Mujahid. 

Menurutnya, selama ini penduduk di perumahan kurang begitu merasakan efek dari pemilihan Wali Kota. Lantaran, banyak warga Tangsel yang bekerja atau melakukan aktivitas di luar Kota Tangsel. 

Baca :  Komisioner KPU Dalang Kebrutalan Pemilu 2014

“Karena masih banyak (warga) yang enggak melihat matahari di Tangsel, berangkat sebelum matahari terbit, pulangnya matahari udah enggak ada (terbenam),” ucap dia.

Maka dalam upaya peningkatan tingkat partisipasi agar target bisa tercapai harus digalakkan. Menurutnya, upaya itu tak hanya menjadi beban KPU saja. 

Maka, kata Mujahid, semua elemen itu harus bekerja sama dan bahu membahu agar sosialisasi terkait Pilkada lebih mengena di masyarakat.

“Partisipasi itu kerja kolektif antara KPU sebagai penyelenggara, peserta pemilu, dan juga Pemerintah Kota (Pemkot). Pemkot juga punya kewajiban untuk melakukan pemdidikan pemilih untuk meningkatkan partisipasi, karena kan itu akan berkaitan dengan indeks demokrasi di Tangsel,” tandas dia.

Baca :  RPI: KPU Belum Profesional Menyelenggarakan Pilkada