PEHA Yakin Kinerja Keuangan Tumbuh Double Digit di Tengah Kondisi Pandemi

PT Phapros Tbk

JAKARTA-PT Phapros Tbk (PEHA), anak perusahaan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) optimistis kinerja keuangan pada tahun ini bisa bertumbuh double digit, meski seluruh sektor industri dihadapkan pada ketidakpastian kondisi sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Utama PEHA, Hadi Kardoko di Jakarta, Senin (28/9), saat ini PEHA juga dihadapkan oleh berbagai tantangan, seperti kondisi sosial-ekonomi yang tidak menentu di tengah pandemi Covid-19.

Namun, Hadi mengaku bahwa Phapros sudah menyiapkan strategi mempertahankan kelangsungan usaha untuk dapat bersaing di industri farmasi.

“Kami menata kembali portofolio produk berdasarkan pada kondisi pasar farmasi saat ini dengan mempertimbangankan kondisi internal dan eksternal. Juga melakukan efisiensi di berbagai aspek, dengan tetap mengutamakan produktivitas melalui pendekatan adaptasi kebiasaan baru. Kami bertekad tetap berkomitmen mengejar target pertumbuhan double digit,” papar Hadi.

Baca :  Phapros Bidik Laba Bersih dan Pendapatan di 2020 Tumbuh 10%

Dia mengungkapkan, optimisme tersebut juga didasari rekam jejak perseroan yang mampu mencatatkan pertumbunan berkelanjutan di industri farmasi.

PEHA yang berdiri sejak 1954 dan diakuisisi KAEF pada 2019 telah menyandang predikat living legend emiten sektor farnasi yang mampu bertumbuh, berdaya saing dan memiliki tanggung jawab sosial secara berkelanjutan.

Hadi mengatakan, penetapan status tersebut didasari oleh hasil riset Majalah SWA dan Majalah Warta Ekonomi yang menyimpulkan bahwa Phapros sebagai legenda hidup emiten farmasi dengan pertumbuhan berkelanjutan dan berdaya saing, serta menjalankan secara baik program tanggung jawab sosial (CSR) maupun Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

“Meski dihadapkan pada pandemi Covid-19, Phapros masih menunjukkan performa yang baik. Karena, komitmen kami untuk terus berinovasi dan beradaptasi sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga bisa bertumbuh menjadi salah satu perusahaan farmasi nasional yang besar,” ujar Hadi.

Baca :  Pasca Diakuisisi PEHA, Lucas Djaja Rilis Merzavit C

Lebih lanjut Hadi menyebutkan, predikat baru yang disandang Phapros tersebut menunjukkan bahwa perseroan mampu bertumbuh secara berkelanjutan dan berdaya saing pada dinamika industri farmasi yang kompetitif.

Selain itu, PEHA juga dinilai sebagai emiten yang memiliki tanggung jawab sosial berdasarkan asas kemakmuran dan kemanusiaan.

“Phapros tidak akan bisa bertahan hingga detik ini tanpa kontribusi berbagai pihak. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, menjaga tingkat kepuasan dan kualitas hubungan dengan pelanggan dan stakeholder. Bagi kami pelanggan dan stakeholder adalah yang utama,” ucapnya.

Perlu diketahui, pada akhir pekan lalu PEHA dinobatkan sebagai Living Legend Companies 2020 dan TOP 5 CSR for Indonesia CSR-PKBL.

Baca :  PEHA dan Unair Siap Produksi Serum Anti-Aging Berbahan Dasar Biologi

Predikat Living Legend Companies diberikan kepada perusahaan dengan merek asli Indonesia yang berusia minimal 50 tahun, serta mampu mencetak laba, bisnis terus bertumbuh, prospektif, cakupan pasar luas, ekspansif dan menjadi trend setter.

Sementara itu, predikat TOP 5 CSR for Indonesia CSR-PKBL kepada PEHA, karena perseroan dinilai berfokus pada pada Sustainable Development Goals (SDGs). 

Salah satu program CSR-PKBL yang terus dilakukan adalah komitmen Phapros dalam memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dengan dana tersalur per September 2020 sebesar Rp2 miliar.