Pelita Samudera Shipping Raih Pendapatan Usaha USD 75,3 Juta di 2019

Segmen TNB menyumbang 51% dari total EBITDA diikuti FLF 30% dan MV 19%. Komposisi kontrak jangka panjang FLF mencapai 91%, TNB 74% dengan 9% dan 26% spot basis. Dari total 6 unit MV, 3 unit mendapatkan kontrak jangka panjang Sewa Berjangka untuk pengangkutan batubara dan komoditas lain di nikel, klinker dan produk besi. Perseroan akan terus mengeksplor target diversifikasi bisnis di luar komoditas batubara termasuk segmen MV dan TNB.

Diluar Pendapatan Lain-Lain, Perseroan mencetak Laba Bersih sebesar US$11,3 juta atau kenaikan sebesar 44% dari US$7,9 juta di 2018. Pendapatan Lain-Lain di 2018 terdapat keuntungan penjualan 1 unit FLF sebesar US$7,6 juta. Pasca divestasi 1 unit FLF berhasil menaikkan utilisasi 3 FLF yang lain di 2019.

Baca :  Berencana Beli Kapal, PSSI Utang USD20 Juta ke Citibank

Total Laba Bersih Tahun Berjalan sebesar US$13,3 juta. “Dengan peningkatan keunggulan operasional, pengendalian biaya dan efisiensi serta strategi ekspansi armada, pencapaian marjin Laba Bersih sebesar 18%,” jelasnya.

Struktur Permodalan terjaga dengan baik, Rasio Hutang terhadap Aset dan Rasio Hutang terhadap Ekuitas sebesar 28% dan 45% per 31 Desember 2019, meningkat dari tahun sebelumnya dengan adanya pinjaman bank yang sebagian besar untuk ekspansi armada kapal.

Jumlah Ekuitas meningkat sebesar 23% menjadi US$88,6 juta dari US$71,7 juta di 2018 dengan kenaikan Saldo Laba (Retained Earnings) sebesar US$10,8 juta atau 48% dan tambahan Modal Disetor sebesar US$3,3 juta atau 143%.

“Ditengah tantangan pandemi Covid-19, tanggap dengan Perencanaan Kontinuitas (Business Continuity Plan), Perseroan memastikan bisnis inti dan kesinambungan operasi tetap terjaga dengan terus melakukan tindakan pencegahan dan eksekusi strategi yang tepat untuk kelangsungan bisnis,” pungkasnya.

Baca :  OJK Terbitkan Aturan Penanganan Dampak COVID-19

Informasi mengenai posisi keuangan PSSI tahun 2019 berdasarkan Laporan Keuangan Telah Diaudit.