Pembangkit Listrik Batu Bara Paling Murah

JAKARTA-Direktur PLN Supangkat Iwan Santoso mengaku target pembangunan listrik 35.000 MW sebaiknya tidak hanya mengandalkan pembangkit batu bara. Namun perlu juga menggunakan tenaga air, angin dan matahari. “Hanya saja sekarang ini bahan bakar yang paling murah adalah dari batu bara,” katanya di Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Hanya saja, kata Supangkat, batu bara ini juga tidak bisa dihandalkan terus, mengingat nantinya ada tuntutan untuk bersih lingkungan.

Supangkat secara tidak langsung mendukung DPD agar pembangunan tenaga listrik 35.000 MW direviis. Alasannya hal itu karena melihat kondisi pertumbuhan ekonomi yang tidak mencapai target.

Namun disisi lain, Supangkat tetap berharap program 35.000 MW itu bisa dilaksanakan dengan cara bertahap. “Jika tidak bisa dilaksanakan 2015, maka akan dilaksanakan 2019,” tegasnya.

Baca :  Pengembangan Industri Perkapalan Dapat Prioritas

Sementara itu anggota DPD RI Djasarmen Purba meminta target itu direvisi, karena partumbuhan ekonomi sangat rendah. “Target pertumbuhan ekonomi kita meleset dari 6 persen tapi kenyataan pertumbuhan ekonomi kita hanya 4,2 persen,” ucapnya

Dijelaskan, sebenarnya DPD sangat apresiasi dengan rencana pembangunan tenaga listrik 35.000 MW. Namun karena kondisi ekonomi buruk, pasti akan mempengaruhi. “Yang penting ada upaya secara cepat untuk mengatasi byar pet yang kini melanda hampir di seluruh daerah di Indonesia. Rakyat sudah tidak sabar untuk merasakan tidak ada lagi gangguan listrik karena byar pet,” cetusnya