Pemegang Saham BUKK Setujui Rencana Penjaminan Aset untuk Cari Pinjaman

Ilustrasi

BOGOR-Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), Irsal Kamarudin menyebutkan, para pemegang saham telah menyetujui rencana direksi untuk menjaminkan sebagian besar aset perseroan dalam upaya memperoleh dan meningkatkan pinjaman dari perbankan maupun lembaga keuangan lain.

“Sepanjang 2019, perseroan tidak menemukan kendala yang secara signifikan dapat mempengaruhi kinerja perseroan,” kata Irsal dalam siaran pers yang dirilis di Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Adapun persetujuan para pemegang saham terkait penjaminan aset BUKK itu diperoleh saat penyelenggaraan RUPS Luar Biasa BUKK di Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7).

“Pada acara RUPSLB, pemegang saham menyetujui agenda RUPSLB yaitu, melakukan tindakan-tindakan yang dianggap baik dan perlu dalam rangka pemulihan dan percepatan perbaikan kondisi keuangan perseroan akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Menurut Irsal, tindakan yang dianggap baik dalam percepatan perbaikan kondisi keuangan BUKK tidak terbatas pada upaya menjaminkan sebagian besar aset untuk mendapatkan pinjaman dan meningkatkan pinjaman dari lembaga keuangan.

Serta, restrukturisasi pinjaman bank, baik dalam bentuk jangka waktu maupun jumlah pinjaman.

RUPS LB BUKK juga menyetujui perubahan.Anggaran Dasar perseroan untuk disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa.Keuangan (POJK) Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka dan POJK Nomor 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan RUPS Secara Elektronik.

Baca :  Dana Dari Pasar Modal Lebih Efektif Ketimbang Pinjaman Bank

Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui seluruh agenda RUPS Tahunan, termasuk Laporan Direksi, Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019, menyetujui Laporan Tahunan BUKK dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris yang berakhir 31 Desember 2019.

Para pemegang saham juga menyetujui pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh anggota direksi dan dewan komisaris BUKK.

Serta, menyetujui rencana penggunaan laba bersih 2019 untuk pengembangan perseroan, investasi dan modal kerja.

Lebih lanjut Irsal mengaku, seluruh target bisnis BUKK di 2019 berhasil terlaksana, sehingga perseroan menghasilkan kinerja cukup memuaskan pada tahun lalu.

“Beberapa proyek pekerjaan berhasil didapatkan oleh perseroan melalui berbagai unit usaha,” ucapnya.

Dia menyebutkan, proyek-proyek itu antara lain, pembangunan konstruksi warehouse (steel structure for PT Daiwa Manunggal Logistic Center Project) di Bekasi, pekerjaan desain, suplai dan pemasangan transmisi Balaraja-Kembangan Lot 1: Transmisi 500 Kv Balaraja-Cikupa dan Cikupa-Kembangan pengadaan jembatan gantung pejalan kaki  sepanjang 120 meter di berbagai wilayah dari Kementrian PUPR dan pengadaan garbarata di sejumlah bandar udara lokal dan nternasional.

Baca :  Perkuat Struktur Modal, BMTR Siap Rights Issue 1,53 Miliar Saham

Berdasarkan materi public expose BUKK, pada tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 58,94 persen menjadi Rp781,92 miliar dari Rp491,96 miliar pada tahun sebelumnya.

Perolehan laba bersih di 2019 ditopang oleh jumlah pendapatan usaha yang mencapai Rp6,04 triliun.

BUKK memperkirakan, pendapatan usaha perseroan di sepanjang tahun ini akan mencapai Rp7,66 triliun atau meningkat dibandingkan jumlah pendapatan di 2019 yang sebesar Rp6,04 triliun.

Sedangkan, beban pokok pendapatan di 2020 ditargetkan senilai Rp6,45 triliun atau lebih tinggi dibanding 2019 yang senilai Rp5,23 miliar.

Dengan demikian, laba kotor BUKK untuk Tahun Buku 2020 diproyeksikan menjadi Rp1,21 triliun atau mengalami peningkatan dibanding laba kotor di 2019 yang sebesar Rp808,24 miliar.

Adapun laba per saham dasar BUKK hingga akhir tahun ini diprediksi mencapai Rp296,13 atau meningkat dibanding per akhir 2019 yang senilai Rp179,56 per saham.

Per 31 Desember 2020, jumlah liabilitas BUKK diperkirakan tetap sama dibanding per akhir 2019, yaitu sebesar Rp2,3 triliun.

Baca :  BUKK Bidik Laba Bersih di 2020 Naik 59% Jadi Rp781,92 Miliar

Sedangkan, jumlah ekuitas perseroan per akhir 2020 akan mencapai Rp3,22 triliun atau lebih besar dibandingkan dengan posisi per akhir 2019 yang sebesar Rp2,44 triliun.

“Bukaka telah menyusun strategi yang fokus dan terarah pada bidang ketenagalistrikan dan sektor-sektor terkait lainnya dalam rangka memfasilitasi ekspansi bisnis di bidang usaha Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM).

Pada 2019, Bukaka telah melakukan investasi sebesar 25 ke PT Petro Hydro Optima, PT Malea Energy yang merupakan perusahaan pemilik PLTA dan PLTM”.

Manajemen BUKK menyebutkan, dengan kembalinya perseroan ke lantai bursa (relisting) pada pertengahan 2015, maka Bukaka memiliki dukungan yang cukup untuk mengoptimalkan peluang bisnis di masa depan, baik di bidang infrastruktur jalan, ketenagalistrikan maupun sektor-sektor terkait lain.

“Dalam rangka mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, Bukaka telah mempersiapkan langkah strategis, termasuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I (rights issue). Dengan struktur permodalan dan finansial yang lebih kuat serta organisasi yang lebih matang, maka diyakini akan mendapat dukungan yang baik dari publik dan stakeholders,” tutupnya.