Pemenang Tender Proyek di Mabar Pernah Tersangkut Kasus Korupsi

ilustrasi/dok hidayatulloh.com

LABUAN BAJO-Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tetap melakukan pelelangan beberapa program fisik Tahun Anggaran 2020 di tengah ketidakjelasan pemanfaatan Dana APBD untuk Penanganan Dampak Covid-19.

Padahal, sudah ada komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD untuk menunda pelaksanaan tender fisik sampai kondisi benar-benar pulih.

“Saya tidak mengerti kenapa tetap dipaksakan tender/lelang. Padahal sudah ada komitmen antara pemerintah dan DPRD untuk menunda segala kegiatan fisik sampai kondisi pulih”, tegas Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat, Marselinus Jeramun, SE, di Labuan Bajo, Selasa (28/07)

Politisi PAN ini menyayangkan kebijakan Pemerintah, dalam Cq Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang mengangkangi komitmen.

Ditenggarai, ada kesan ‘pemaksaan’ dalam pelaksanaan tender ditengah masa pandemic ini.

“Sangat terburu-buru dan sepertinya sedang mengejar target. Saya berharap penegak hukum (red: kepolisian, kejaksaan) secara cermat bisa masuk menelusuri indikasi penyimpangan dalam poses tender untuk beberapa kegiatan fisik tahun anggaran 2020,” ujarnya.

Dugaan adanya penyimpangan proses tender oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Kabupaten Manggarai Barat bukan tanpa alasan.

Pantauan media ini, untuk beberapa paket proyek fisik sangat jelas memperlihatkan bahwa ada ‘permainan’ dalam penentuan pemenang tender.

Meski dalam persyaratan yang dibuat Panitia melarang perusahaan yang tersangkut kasus pidana untuk mengikuti tender, namun dalam pelaksanaannya justru Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat justru memenangkan perusahaan bermasalah.

“Pembangunan Puskesmas Pacar dengan pagu Anggaran, RP 9,5 Milliar dimenangkan oleh PT Citra Timor Mandiri. Bulan April 2020 yang lalu, Dirut PT Citra Timor Mandiri dituntut 4 tahun penjara atas dugaan korupsi Proyek Pembangunan Pasar Lili di Kabupaten Kupang senilai Rp 5,5 milliar. Anehnya, justru PT Citra Timor Mandiri ini yang kemudian menjadi pemenang,” kata seorang calon penyedia kepada media ini.

Tidak hanya memenangkan perusahaaan bermasalah, Panitia Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Mabar juga ditenggarai ikut mengerjakan dokumen calon pemenang.

Hingga saat ini, redaksi belum berhasil menghubungi Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Yosef Suhandi.