Pemerintah Jual Sukuk Global Rp 15 Triliun

Kamis 12 Sep 2013, 8 : 58 pm

JAKARTA-Kementerian Keuangan mengakui telah menambah utang sekitar US$1,5 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Tambahan utang ini melalui penerbitan surat utang syariah, atau sukuk global. Rencananya, dana ini untuk membiayai anggaran APBN 2013.

Dalam situs Kementerian Keuangan ini, menjelaskan surat utang yang dijual ini akan jatuh tempo tahun 2019. Alasannya, penerbitan sukuk global ini dilakukan setelah Pemerintah melakukan serangkaian pertemuan dengan para investor di London dan Timur Tengah yang dilakukan pada bulan Agustus 2013.

Sukuk Global itu telah memperoleh peringkat Baa3 dari Moody`s, BB+ dari S&P dan BBB- dari Fitch, dengan tenor 5,5 tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2019. Sukuk Global itu diterbitkan pada harga par dengan imbalan senilai 6,125 %. Tingkat imbalan itu lebih rendah 25 bps lebih rendah daripada harga perkiraan awal yang berada di kisaran 6,375 %.

Penerbitan Sukuk Global yang keempat itu merupakan penerbitan terbesar oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 2009 dan kedua kalinya diterbitkan di bawah Program Penerbitan Sukuk Global (Islamic GMTN).

Transaksi itu mendapat respons yang baik dari para investor global dan lokal dengan jumlah penawaran pembelian mencapai US$ 55,7 miliar dari sekitar 300 investor. Sebaran investor berdasarkan wilayah meliputi 20% investor Syariah dan Timur Tengah, 15% investor Indonesia, 25% investor wilayah Asia, 24% investor Amerika, dan 16% investor Eropa.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Said Abdullah: APBN Harus untuk Kesejahteraan Rakyat

JAKARTA-Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi kinerja Pemerintah

Cadev Agustus 2015 Kembali Menyusut

JAKARTA-Posisi cadangan devisa (Cadev) Indonesia akhir Agustus 2015 tercatat sebesar