Pemerintah Proyeksikan Otomotif Mampu Topang Ekspor Nasional

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, usai mendampingi Presiden Joko Widodo saat pelepasan perdana ekspor Isuzu Traga di Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/12).

JAWA BARAT-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu daya saing industri otomotif nasional, agar mampu memberikan kontribusi positif terhadap devisa negara. Salah satu hal yang dilakukan adalah mendorong investasi di sektor otomotif dan mendorong industri memproduksi produk otomotif yang berorientasi ekspor.

“Seperti yang telah ditegaskan oleh Bapak Presiden, sekarang fokus kerja pemerintah adalah untuk mengurangi impor dan meningkatkan ekspor, serta menambah investasi,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, usai mendampingi Presiden Joko Widodo saat pelepasan perdana ekspor Isuzu Traga di Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/12).

Pada seremoni ekspor mobil Isuzu jenis niaga ke Filipina itu, Menperin menyampaikan, Indonesia memiliki target ekspor mobil produksi Tanah Air mencapai satu juta unit pada tahun 2025 dan terus meningkat hingga 1,75 unit pada 2035.

Sementara ini, ekspor kendaraan CBU di tahun 2018 mencapai 250 ribu unit dengan pangsa pasar sekitar 80 negara di dunia termasuk lima negara tujuan utama ekspor, yaitu Filipina, Arab Saudi, Jepang, Meksiko dan Vietnam.

Baca :  Jokowi: UU Cipta Kerja Memperbaiki Taraf Hidup Pekerja

“Tahun ini, ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400 ribu unit,” ungkap Menperin.

Untuk merealisasikannya, Kemenperin terus mengupayakan komitmen dari prinsipal untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi yang berorientasi ekspor.

Menperin AGK menuturkan, kemudian guna mencapai target tersebut, pada November 2019 lalu Kemenperin telah melakukan berbagai usaha, salah satunya bertemu dengan sejumlah perusahaan otomotif ternama Jepang. Dari hasil kunjungan tersebut, Menperin mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun. Termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino.

“Investasi ini akan direalisasikan dalam periode lima tahun, yakni 2019-2023 untuk mengembangkan bisnis di Indonesia,” jelas Menteri yang akrab disapa AGK tersebut.

Di samping itu, Honda menyampaikan akan merealisasikan investasi sebesar Rp5,1 triliun pada periode 2019-2023 di Indonesia.

Baca :  Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Peningkatan Daya Saing Industri

“Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda adalah menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, saat pidato pada pelepasan perdana ekspor Isuzu Traga, Presiden Joko Widodo menyampaikan, pemerintah menargetkan bisa mengatasi current account deficit dalam jangka waktu 4-5 tahun ke depan. Sektor otomotif diharapkan mampu berkontribusi besar pada target tersebut.

“Sehingga Indonesia bisa menjadi production hub bagi otomotif untuk diekspor ke semua negara,” papar Presiden yang akrab disapa Jokowi itu.

Jokowi mengatakan, pada tahap awal ekspor Isuzu hingga akhir tahun 2020, ditargetkan menyentuh angka 6.000 unit. Dengan potensi nilai ekspor sebesar 66 juta dollar AS per tahun hingga akhir 2020.

Baca :  UEA Bakal Investasi Sektor Pariwisata

Presiden berharap angka tersebut, menjadi salah satu titik tolak peningkatan daya saing industri otomotif Tanah Air.

“Saat ini ekspor hanya ke Filipina saja, dan saya harap jumlah tersebut akan terus bertambah paling tidak hingga tiga tahun mendatang dengan sasaran 20 negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga Afrika,” tegasnya.

Pada kesempatan itu pula, Presiden mengapresiasi langkah ekspor PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) karena sudah sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan ekspor dan menurunkan impor.

Berdasarkan data Gaikindo, total ekspor kendaraan secara utuh sepanjang 10 bulan tahun ini berjalan mencapai 275.364 unit. Jumlah ini meningkat 28,2% dibandingkan ekspor pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 214.743 unit.