Pemerintah RRT Pantau Kondisi Infrastruktur Indonesia

JAKARTA-Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak menerima kedatangan Wakil Menteri Sumber Daya Air Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Liu Ning pagi tadi (6/6) di gedung Kementerian PU. Kedatangannya ke Indonesia adalah untuk melihat situasi perkembangan infrastruktur, irigasi, konservasi air, dan juga untuk membicarakan lebih lanjut mengenai hubungan kerjasama di kedua negara. “Kami merasa sangat penting kerjasama bilateral maupun pertukaran pengalaman dan teknologi dalam bidang SDA, dalam penanggulangan banjir, kekeringan dan proyek irigasi dan konservasi air,”tutur Liu Ning.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan bahwa saat ini proyek kerjasama dengan pemerintah RRT yang sedang berjalan diantaranya adalah pembangunan Waduk Jatigede, pembangunan jalan toll Medan Kualanamu, pembangunan jalan tol Cisumdawu dan pembangunan jembatan Tayan.“Kita mengharapkan untuk bisa membangun lebih jauh lagi dan diharapkan dukungan dari RRT,” tutur Hermanto.

Baca :  Pabrik Coklat, Cargill Investasi Rp 1 Triliun di Gresik

Sementara itu Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU Muhammad Hasan mengatakan, bahwa Waduk Jatigede sudah mencapai 92,82 persen progress pelaksanaan fisiknya. Progress tersebut diatas rencana dengan deviasi +0,404 persen. “Sampai sejauh ini progress fisik pengerjaan selalu on schedule bahkan diatas dari rencana, secara kontraktual selesai akhir September, sekarang ini sudah mencapai 92,82 persen,sisa pekerjaan tinggal membangun sekitar 10 meter pekerjaan inlet tower, ini akan selesai pada waktunya,”tutur Hasan.

Disamping waduk Jatigede, tutur Hasan, pihaknya juga mengusulkan waduk yang besar yaitu Jambu Aye di Nangroe Aceh Daroessalam (NAD) dan waduk Pelosika Provinsi Sulawesi Tenggara. “Kedua waduk besar ini sudah diusulkan dalam suatu mekanisme ppengusulan untuk bantuan luar negeri yang ditangani oleh Bappenas,” tambah Hasan.

Baca :  Perlu Haluan Negara Guna Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan