Pemerintah Tidak Optimal Genjot Penerimaan Negara

Selasa 25 Jun 2013, 6 : 06 pm
by

JAKARTA-Pengamat ekonomi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Dani Setiawan mengatakan problem konstitusional yang serius dari postur anggran pemerintah  adalah tidak optimalnya pemerintah menggenjot penerimaan negara. Hal ini menyebabkan kebutuhan belanja yang terus meningkat, tidak dibarengi dengan pembiayaan yang cukup. Sehingga APBN selalu didesain defisit, yang oleh karena itu selalu mengandalkan utang. “Jika kita sebelumnya terus mempertanyakan kualitas penggunaan belanja yang tidak konstitusional dalam APBN, sudah saatnya saat ini kita mempertanyakan konstitusionalitas penerimaan negara. Mengapa target penerimaan dan rasio, pajak selalu kecil?,” ujar Dani dengan nada tanya di Jakarta, Selasa (25/6).

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR, Sadar Subagyo mengungkapkan, kondisi utang luar negeri swasta sudah sangat mengkhawatirkan, mengingat pada September tahun ini akan ada utang jatuh tempo sebesar 41 miliar dollar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini kian membahayakan karena  dalam beberapa bulan terakhir tren cadangan devisa di Bank Indonesia (BI)  terus mengalami penurunan. “Kalau dilihat pola dan besaran utang swasta yang terjadi saat ini, kondisinya mirip-mirip dengan kondisi menjelang krisis 2008,” kata Sadar usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPR Jakarta, Selasa (25/6).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Pemprov NTT Dicurigai Sengaja Hilangkan Sertifikat Tanah Adat Pubabu

KUPANG – DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat

Antisipasi Gejolak Daerah Soal BBM

JAKARTA-Pemerintah perlu mengantisipasi gejolak sosial di daerah apabila sejumlah kepala