Pendukung Dicoret, Pro Bamsoet: Pelaksanaan Munas Cenderung Licik

JAKARTA-Suasana menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar semakin memanas dan tegang. Kubu Golkar Pro Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengancam siap menggelar Munas Golkar “Tandingan”. Bahkan persiapan Munas 2019 semakin tidak kondusif. Hal ini sebagai akibat terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan AD/ART.

“Kami mengajak seluruh DPD Partai Golkar (DPD I dan DPD II) di Indonesia, dan seluruh stakeholders Partai Golkar untuk berinisiatif sekaligus proaktif melakukan penyelamatan tata kelola partai agar Partai Golkar tidak semakin terpuruk,” kata Juru Bicara Pro Bamsoet, Viktus Murin dalam keterangan persnya di Restoran Batik Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta, Senin 25/11/2019). Hadir pula mendampingi Viktus, Cyrilis Kerong, Sultan dan lain-lainnya.

Lebih jauh kata Viktus, pihaknya menilai mekanisme penyelenggaraan Munas cenderung licik. Karena dalam proses pembentukan Panitia Munas 2019, di mana para Pengurus DPP (Pengurus Harian dan Pengurus Pleno) yang dicurigai atau diidentikasi sebagai pendukung Bamsoet, dicoret dari kepanitiaan Munas.

Baca :  Jaga Kewibawaan Negara, Anggaran Pertahanan Akan Ditambah

Ditanya soal jumlah klaim dukungan, Cyrillus Kerong menegaskan dukungan untuk Bamsoet sebagai calon ketua umum (caketum) pada musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar nanti terus mengalir. Sebanyak 385 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar diklaim telah mendukung Bamsoet.

“Dukungan ke Bamsoet hingga saat ini sudah mencapai 385 DPD tingkat I dan II dari 514 DPD tingkat II dan 34 DPD tingkat I,” tambahnya.

Baik Kerong maupun Viktus membantah Bamsoet pernah mengungkapkan dukungan untuk Airlangga Hartarto di Munas Partai Golkar nanti. Bamsoet saat itu hanya menyampaikan dukungan kepada Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar hingga akhir masa jabatan.

“Kami juga mendukung. Tapi bukan mendukung sebagai Caketum,” ungkapnya.

Baca :  KH Maruf Minta Warga Sukabumi Menangkan Jokowi

Dia mengungkapkan, hingga kini telah muncul empat nama bakal calon ketua umum Partai Golkar, yakni incumbent Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisyam, dan Indra Bambang Utoyo.

“Oleh karena itu, kami menolak tegas setiap upaya memunculkan mekanisme aklamasi dan atau calon tunggal ketua umum dalam Munas Partai Golkar,” pungkasnya. ***