Pengampunan Pajak Bisa “Alirkan” Dana US$50 Miliar

Kamis 5 Sep 2013, 6 : 11 pm

JAKARTA-Kebijakan pengampunan pajak bisa merangsang pengusaha mengalirkan dananya yang tersimpan di luar negeri masuk ke Indonesia. “Berikan pengampunan pajak untuk kalangan pengusaha dan konglomerat, supaya dana-dana yang tersimpan di luar negeri masuk ke Indonesia,” kata Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier dalam diskusi “Gonjang-ganjing Rupiah dan Nasib Rakyat, bersama anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait di Jakarta, Kamis, (5/9).

Dari pengampunan pajak itu, sambung Fuad, diperkirakan dana luar negeri yang masuk itu diprediksi bisa mencapai US$50 miliar. “Saya perkirakan uang yang mengalir itu bisa mencapai US$50 miliar. Dan bisa memperkuat cadangan devisa,” tambahnya.

Ke depan, kata Fuad, justru malah dana-dana yang masuk itu bisa menjadi potensi untuk kena pajak. “Nanti ke depan kan dana itu bisa jadi potensi,” tegasnya.

Saat ditanya apakah pengampunan pajak akan mempengaruhi pendapatan pajak, karena APBN bertumpu pada sektor pajak, Mantan Dirjen Pajak era orde baru itu membantahnya. “Sama sekali tidak berpengaruh, karena selama ini dana-dana yang diparkir di luar negeri itu, juga kena pajak. Artinya, tidak terkait dengan APBN,” ucapnya.

Sayangnya, Politisi Hanura ini mengaku kecewa dengan langkah pemerintah yang tak mau menerapkan policy-policy di lapangan seperti ini. “Policy di lapangan seperti ini tidak pernah dilaksanakan. Saya katakan mereka ini tidak mengerti situasi lapangan, cuma anak sekolahan,” terangnya.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

HDFA Siap Private Placement 445, 47 Juta Saham

JAKARTA-PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) berencana melakukan Penambahan Modal

PPAD: Pemerintah Pusat Harus Ikut Atasi Persoalan di Jatiluhur

PURWAKARTA-Perum Jasa Tirta (PJT) II tidak bisa sendirian menghadapi persoalan