Pengaruh Faktor Negatif Domestik

Rabu 17 Apr 2013, 6 : 09 pm
by
ILUSTRASI

JAKARTAAnalis valas PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova  memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (18/4) kembali melemah karena kondisi negatif internal, terutama kinerja neraca berjalan yang masih negatif.

“Rupiah diperdagangkan dikisaran 9.710-9.730 per dollar Amerika Serikat (AS),” ujar Rully Nova di Jakarta, Rabu (17/4).

Untuk jangka menengah panjang kata dia, rupiah masih tertekan.

Penyebab utamanya adalah data-data ekonomi domestik  yang belum membaik.

”Neraca perdagangan masih defisit dan inflasi masih tinggi. Faktor negatif domestik ini sangat sulit mengangkat rupiah ke level penguatannya,” kata dia.

Menurut dia,  keputusan pemerintah untuk menerapkan dual price Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi  memberi tekanan terhadap rupiah.

Baca juga :  Ada Faktor Eksternal, Inflasi Tinggi dan Perlambatan Bayangi Pemulihan Ekonomi

Kebijakan yang diperkirakan efektif pada Mei nanti membuat rupiah sulit bergerak.

Dari eksternal kata dia, rupiah juga tertekan, terutama kondisi global yang belum sepenuhnya membaiknya.

Keputusan IMF yang menurunkan proyeksi global, termasuk AS, turut memberi imbas pada meningkatnya sentiment risk aversion di kalangan pelaku pasar domestik.

“Para investor juga cemas dengan bom yang meledak di Boston sehingga  menambah sentimen negative. Karena itu, sepanjang perdagangan awal pekan ini rupiah bergerak sempit,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Mentan: Indonesia Bisa Mewujudkan Swasembada Daging

BALARAJA – Perhatian dunia agribisnis Indonesia kini tertuju ke salah

KAMI Diantara Kelompok Separatis dan Nasionalis

Oleh: C. Suhadi SH MH Istilah KAMI menjadi ramai dijagat