Pengaruh Minimnya Sentimen Positif

Kamis 14 Mar 2013, 12 : 44 pm
by
ilustrasi

JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (15/3) diperkirakan melemah karena minimnya sentimen positif yang masuk ke pasar uang, baik yang berasal dari internal maupun eksternal.

“Rupiah diperdagangkan di range 9.700-9.720 per dollar Amerika Serikat (AS),” ujar analis valas PT Harvest Futures International, Tonny Mariano di Jakarta, Kamis (14/3).

Dari internal kata dia, defisitnya neraca perdagangan  serta melemahnya kinerja neraca berjalan yang disebabkan tingginya neraca impor terutama migas menekan rupiah.

Akibatnya, permintaan dollar  AS sebagai alat pembayaran internasional meningkat sehingga kurs dollar AS terus menguat.

Sementara itu, tergerakan rupiah semakin terbatas menyusul berkurangnya cadangan devisa Indonesia.

“Aksi ambil untung di bursa saham memberi imbas negatif terhadap nilai tukar rupiah,” jelas dia.

Demikian juga dengan kondisi  eksternal. Saat ini, kondisi eksternal tidak terlalu bagus. Terutama data ekonomi China, terkait pertumbuhan ekonomi yang melemah.

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan pelaku pasar global sehingga mereka berpaling ke dollar AS. Artinya, ekonomi China tidak seoptimis perkiraan.

Akibatnya, investor berhati-hati dan cenderung mengalihkan portofolionya ke mata uang yang kuat sehingga berdampak pada pelemahan rupiah.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Harga Minyak Naik Capai 8%

NEWYORK- Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi
manufaktur

Produktivitas Industri Manufaktur Skala Besar dan Kecil Masih Tumbuh

JAKARTA-Industri manufaktur di Indonesia masih menunjukkan kinerja yang positif sepanjang