Pengembangan IKM untuk Memperkuat Industri Nasional

Wednesday 13 Nov 2013, 10 : 42 am
by

YOGYAKARTA-Kementerian Perindustrian terus melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rangka penguatan struktur industri nasional. Melalui pengembangan Pengendalian Mutu Terpadu-Gugus Kendali Mutu (PMT-GKM) Industri Kecil dan Menengah, diharapkan IKM dapatmemiliki dan meningkatkan manajemen pengendalian mutu secara profesional. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat dalam sambutannya pada acara pembukaan Konvensi Nasional Gugus Kendali Mutu-Industri Kecil dan Menengah (GKM-IKM) di Yogyakarta, Selasa (12/11). Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X serta jajaran Eselon I Kemenperin, antara lain Dirjen IKM Euis Saedah, Sekjen Kemenperin Ansari Bukhari, dan Dirjen IUBTT Budi Darmadi.

Hingga tahun 2012, jumlah unit usaha IKM mencapai 4 juta unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 9,4 juta orang. Dari jumlah IKM tersebut, investasi yang dihasilkan mencapai Rp 261 triliun dengan nilai ekspor sebesar USD 16,5 milyar atau 14,2% dari total ekspor industri non-migas. Hal ini menunjukkan bahwa IKM memiliki peran penting bagi industri nasional.

Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya strategis untuk pengembangan IKM, antara lain pengembangan IKM diupayakan sejalan dengan penguatan struktur industri dengan memperbesar keterkaitan antara industri besar dengan IKM, melalui insentif kepada industri besar agar lebih melibatkan IKM dalam rantai nilai industrinya.\

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan akses IKM terhadap sumber pembiayaan dengan mendorong perbankan menciptakan sistem pembiayaan yang lebih fleksibel dan mengakomodir sifat IKM. Fasilitasi bagi terbentuknya Modal Ventura oleh industri besar. “Mendorong tumbuhnya kekuatan bersama sehingga terbentuk kekuatan kolektif untuk menciptakan skala ekonomis melalui procurement dan pemasaran bersama,” jelas dia.

Langkah pemerintah yang lain kaya dia memberikan perlindungan dan fasilitasi terhadap inovasi baru dengan mempermudah pengurusan hak paten bagi kreasi baru yang diciptakan IKM. “Peningkatan kemampuan SDM melalui pelatihan, pendampingan, magang dan studi banding dan peningkatan kualitas produk melalui fasilitasi penerapan standar produk-produk IKM juga akan diupayakan pemerintah,” urainya.

Kebijakan pengembangan IKM, juga dilandasi melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional, bahwa pengembangan industri nasional bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri dan memiliki struktur yang sehat dan berkeadilan, berkelanjutan, serta mampu memperkokoh ketahanan nasional melalui pengembangan klaster industri dan kompetensi inti daerah.

Untuk memotivasi para pengusaha IKM dalam melaksanakan peningkatan mutu yangberkelanjutan, Kementerian Perindustrian telah melaksanakan program pemberianpenghargaan tertinggi dari Pemerintah kepada perusahaan IKM yang melakukan perbaikan mutu berkelanjutan serta memperlihatkan kinerjanya yang semakin baik. Apresiasi tersebut berupa Tropi Penghargaan “Kreasi Prima Mutu” yang diserahkan langsung oleh Presiden RI. Pada tahun 2009, penghargaan diberikan kepada 6 perusahaan IKM, tahun 2010 sebanyak 4 perusahaan IKM, tahun 2011 sebanyak 6 perusahaan IKM, dan tahun 2012 sebanyak 7 perusahaan IKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Radikalisme Menguat, Kinerja BNPT Perlu Dievaluasi

JAKARTA-Maraknya serangan teroris terhadap kantor kepolisian dan rumah ibadah yang
realisasi belanja pemerintah merupakan motor penggerak dari upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 saat ini

Menkeu: Kerja Sama Diperlukan Dalam Pemulihan Perekonomian

JAKARTA-Variabel kesehatan masih memengaruhi perekonomian Indonesia. Munculnya varian delta yang