Penghimpunan Dana di Pasar Modal Senilai Rp54,13 Triliun

ILustrasi

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan, nilai penghimpunan dana di pasar modal per 28 Juli 2020 sebesar Rp54,13 triliun atau lebih rendah dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp109,18 triliun.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, dana senilai Rp54,13 triliun itu terdiri dari 73 jenis penawaran umum, seperti penawaran umum perdana saham (IPO) yang dilakukan oleh 28 emiten dengan total nilai emisi sebesar Rp3,28 triliun.

Penawaran Umum Terbatas (PUT) sebanyak delapan penawaran dengan nilai mencapai Rp9,52 triliun.

Selain IPO dan PUT, penghimpunan dana melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Efek Bersifat Utang/Sukuk (EBUS) Tahap I sebesar Rp12,79 triliun dari 23 penawaran umum.

Baca :  OJK Perkuat Pasar Modal Biayai Pembangunan

Sedangkan, PUB EPUB EBUS Tahap II mencapai Rp28,85 triliun dari 26 penawaran.

Wimboh mengungkapkan, nilai penawaran umum terbesar dilakukan oleh sektor keuangan yang mencapai 52,86 persen dari total penghimpunan dana sebesar Rp54,13 triliun.

Selanjutnya diikuti sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi sebesar 19,05 persen.

Sektor pertambangan sebesar 10,03 persen dan sektor basic industry and chemicals sebesar 5,56 persen.

Lebih lanjut Wimboh menyebutkan, penghimpunan dana sebesar Rp54,13 triliin hingga 28 Juli 2020 tersebut penggunaannya lebih besar untuk modal kerja, yakni sebesar Rp55,85 persen dan untuk membayar utang sebesar 21,62 persen.

Dana yang dimanfaatkan untuk ekspansi sebesar 14,25 persen dan selebihnya dimanfaatkan sebagai dana penyertaan hingga membayar biaya emisi sesuai prospektus penawaran umum.

Baca :  Lembaga Jasa Keuangan Wajib Mematuhi Tata Cara PSBB

Sebagaimana diketahui, penghimpunan dana di pasar modal untuk sepanjang 2019 mencapai Rp166,85 triliun dengan jumlah penawaran umum sebanyak 179 penawaran.

“Terdapat penurunan minat penghimpunan dana melalui penawaran umum,” ucap Wimboh