Pengisian Awal Waduk Jatigede Dimulai

JAWA BARAT-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pengisian awal Waduk Jatigede yang ditandai dengan penurunan atau penutupan pintu Diversion Tunnel (Saluran Pengelak). Upacara pengisian awal ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soedjono, Minister Counsellor of Economic and Commercial of Embassy of People Republic of China in Indonesia Sun We De, sebagai pihak donor melalui Loan sejak tahun 2007, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Plt Bupati Sumedang Eka Setiawan. “Dengan dilakukannya pengisian awal ini menandai berakhirnya proses pembangunan waduk Jatigede,” tutur Menteri Basuki di Sumedang, Senin (31/8).

Basuki mengatakan waduk Jatigede merupakan waduk ke 231 di Indonesia namun satu-satunya di Sungai Cimanuk. Oleh sebab itu, nantinya di sungai Cimanuk akan dibangun reservoir lainnya yaitu dua bendung yaitu Bendung Beureum Beunget dan Rengrang.

Menteri Basuki mengaku, permasalahan sosial masih belum selesai 100 persen. Namun, Kementrian PUPR berkomitmen menyelesaikan semua masalah tersebut. “Kami menyadari bahwa masih terdapat permasalahan yang belum selesai 100 persen namun saya bekomitmen untuk menyelesaikan semua masalah yang masih tertinggal, ini komitmen dan perintah presiden, tidak ada niat pemerintah untuk menyengsarakan rakyatnya dan pembangunan waduk ini semata mata untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Basuki.

Diketahui bahwa penanganan dampak sosial kemasyarakatan telah dapat diselesaikan sesuai dengan Perpres No. 1 Tahun 2015 sebagai payung hukum untuk melakukan pembayaran berupa uang tunai untuk rumah pengganti dan uang santunan. Proses pembayaran dilakukan oleh tim fasilitasi yang diketuai oleh Asisten Pembangunan Pemkab Sumedang dimulai sejak 26 Juni 2015 di tiga kecamatan yaitu: Jatigede, Jatinunggal, dan Wado, kemudian dilanjutkan di Kecamatan Darmaraja. Lebih lanjut Menteri Basuki mengatakan saat peresmian nanti dirinya akan mengusulkan kepada Presiden apabila disetujui agar Waduk Jatigede dirubah namanya menjadi Tembong Agung, hal tersebut dilatarbelakangi oleh wilayah tersebut yang dulunya adalah wilayah kerajaan Tembong Agung.

Pengisian waduk dilakukan secara bertahap untuk memberikan kesempatan kepada tim monitoring dan tim evaluasi melakukan pengamatan perilaku bendungan melalui instrumentasi yang telah terpasang. Setelah kondisi keamanan bendungan terkonfirmasi selanjutnya dilakukan pemantauan muka air waduk menuju el+260 (flood supply level). Keberadaan Waduk Jatigede sangat diharapkan masyarakat khususnya masyarakat di Pantura Cirebon – Indramayu, Majalengka dan Sumedang karena ketersediaan air di wilayah hilir DAS Cimanuk semakin langka pada saat musim kemarau.

Waduk Jatigede diharapkan dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat disekitar waduk khususnya dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya dan dapat meningkatkan intensitas tanam khususnya padi di Daerah Irigasi Rentang yang tentunya akan meningkatkan ketahanan pangan kita secara nasional.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung Trisasongko Widianto mengatakan Waduk Jatigede yang akan mempunyai kapasitas tampungan sebesar 979,5 juta m3 merupakan waduk terbesar kedua setelah Waduk Jatiluhur disamping akan memberikan manfaat untuk mengairi Daerah Irigasi Rentang di Kabupaten Indramayu seluas lebih kurang 90.000 ha, juga akan dapat menyediakan air baku sebesar 3.500 liter/detik, PLTA 110 MW, pengendalian banjir, pariwisata dan perikanan tangkapan “Untuk mempertahankan usia guna waduk, kami akan membuat sabo dam dan check dam di Sungai Cimanuk hulu dan anak sungainya”, tambah Trisasongko. Ditemui terpisah

Kepala Satker Pembangunan Waduk Jatigede Airlangga Mardjono mengatakan bahwa untuk tahap awal, waduk akan diisi air sampai elevasi 204 meter selama 12 hari. Tahap kedua, dari 204-221 meter selama 48 hari. “Pada penggenangan tahap awal, air akan mencapai wilayah permukiman penduduk di Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, dalam 14 hari dan kemudian air akan menggenangi Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja dalam 50 hari,” tambah Airlangga