Pengusul 3 Periode, Masihkah di Koalisi?

Direktur Eksekutif EmrusCorner, Emrus Sihombing

Oleh: Emrus Sihombing

Usul kader yang boleh jadi sama dengan agenda partainya supaya jabatan presiden tiga periode, harus instrospesi diri dengan mempertimbangkan agar partai tersebut berada di luar koalisi pemerintah, pasca pernyataan Presiden Jokowi bahwa usulan itu dinilai dapat mendorong dirinya jatuh terjerumus.

Pernyataan presiden tersebut, menurut saya, sangat keras, tegas dan eksplisit dengan menggunakan pilihan diksi, “menjerumuskan”. Pilihan diksi ini mengandung makna tunggal, sama sekali tidak menimbulkan multitafsir.

Bila dilihat dari seluruh narasi yang disampaikan presiden, maka kata “menjerumuskan” mempunyai makna yang relatif sama, baik dilihat dari konotatif maupun denotatif.

Artinya, orang yang mengusulkan atau mewacanakan jabatan presiden tiga periode tersebut berupaya mendorong agar Jokowi jatuh tersungkur dan atau masuk jurang. Jadi, usulan tersebut sangat disayangkan.

Baca :  Politik Ekonomi Tanpa Militansi

Oleh karena itu, saya berpendapat. para politisi tersebut harus mempertanggungjawabkan pernyataan yang sudah disampaikan ke ruang publik itu.

Salah satu bentuk pertanggungjawaban publiknya, bisa saja partai di mana orang yang mengusulkan tersebut sebagai kader, mempertimbangkan agar partainya sebaiknya berada di luar koalisi pemerintah.

Jika berada di luar koalisi, usulan jabatan presiden tiga periode bisa lebih leluasa terus digelorakan, tentu bukan untuk kemungkinan bagi presiden hasil Pemilu 2019, tetapi untuk hasil Pilpres 2024 atau periode selanjutnya.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner di Jakarta