Penjualan Anjlok, MBTO Rugi Bersih Jadi Rp335,8 Miliar

Selasa 14 Mei 2024, 4 : 31 pm
ilustrasi

JAKARTA PT Martina Berto Tbk (MBTO) pada Kuartal I-2024,  menderita rugi bersih Rp2,28 miliar atau membengkak 420,3 persen dibandingkan dengan rugi bersih di Kuartal I-2023 yang senilai Rp438,91 juta.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Senin (13/5), total penjualan MBTO selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp106,79 miliar atau merosot 5,02 persen dibandingkan dengan perolehan di periode yang sama 2023 sebesar Rp112,43 miliar.

Namun demikian, manajemen MBTO bisa menekan beban pokok penjualan di Kuartal I-2024 hingga sebesar 9,61 persen (year-on-year) menjadi Rp66,66 miliar, sehingga laba bruto di Kuartal I-2024 menjadi Rp40,13 miliar atau lebih tinggi 3,75 persen (y-o-y).

Sementara itu pada Kuartal I-2024, MBTO mencatatkan rugi usaha sebesar Rp1,95 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Kuartal I-2023 yang bisa membukukan laba usaha Rp3,38 miliar.

Kerugian ini terutama disebabkan oleh lonjakan beban penjualan dan pemasaran di Kuartal I-2024 yang mencapai 26,69 persen (y-o-y) menjadi Rp22,64 miliar.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, MBTO mengalami rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp2,59 miliar atau melambung 496,4 persen dibandingkan dengan rugi sebelum pajak penghasilan di periode yang sama 2023 senilai Rp434,22 juta.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di Kuartal I-2024 yang sebesar Rp306,2 juta, maka rugi tahun berjalan yang dicatatkan MBTO menjadi Rp2,28 miliar atau melonjak 420,5 persen (y-o-y).

Adapun besaran rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Kuartal I-2024 sebesar Rp2,28 miliar atau membengkak 420,3 persen (y-o-y).

Akibat peningkatan rugi bersih tersebut, maka per 31 Maret 2024 nilai akumulasi kerugian (defisit) MBTO menjadi Rp335,8 miliar atau meningkat 0,69 persen dibandingkan dengan defisit per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp333,51 miliar.

Dengan demikian, jumlah ekuitas MBTO per 31 Maret 2024 tercatat Rp366,86 miliar atau menurun 0,62 persen (year-to-date).

Sementara itu, total liabilitas hingga akhir Kuartal I-2024 tercatat Rp314,66 miliar atau membengkak 3,47 persen (y-t-d), yang didominasi oleh kewajiban jangka pendek Rp271,04 miliar.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Edu Manto: Kaum Muda Harus Jadi Agen Restorasi Indonesia

JAKARTA-Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem, Mayjend (Purn) I.G.K.

Kehadiran PT TPL Timbulkan Konflik Horizontal di Tano Batak

PARAPAT-Masyarakat adat Pargamanan-Bintang Maria mengungkapkan dampak buruk kehadiran PT Toba