Per September 2020, Penghimpunan Dana Publik di Pasar Modal Capai Rp85,9 Triliun

Ketua Komisioner OJK, Wimboh Santoso

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, total penghimpunan dana publik melalui pasar modal hingga akhir September 2020 mencapai Rp85,9 triliun dengan jumlah emiten baru sebanyak 46 Perusahaan Tercatat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat melaksanakan Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (1/10). 

Saat ini, penawaran umum dalam proses tercatat sebesar Rp20,5 triliun,” ujar Wimboh.

Dia menyampaikan, hingga akhir September 2020 jumlah investor domestik di pasar modal menjadi 3,14 juta single investor identification (SID).

“Di pasar modal, sejalan dengan masih tingginya tekanan pada ekonomi domestik, kinerja pasar saham dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) mengalami tekanan di beberapa hari terakhir,” tuturnya.

Wimboh menyebutkan, pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 22,7 persen (year-to-date) di level 4.870.

Di pasar saham, lanjut dia, tercatat net sell sebesar Rp15,1 triliun (y-t-d), sedangkan di pasar SBN tercatat net sell Rp3,2 triliun (y-t-d), dengan yield obligasi pemerintah di seluruh tenor menurun masih 39,52 basis poin (y-t-d).

“Sejak 8 Juli 2020, IHSG di BEI konsisten berada di atas level 5.000, namun sejak 21 September 2020 kembali melemah ke bawah level 5.000, terkait kekhawatiran investor terhadap fase recovery pandemi yang lebih lambat dari ekspektasi sebelumnya, dengan positivity rate Indonesia yang cukup tinggi,” papar Wimboh.