Perangi Covid-19, Sekjen HMS Ajak Konglomerat Bantu Rakyat Miskin

Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho

JAKARTA- Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta konglomerat maupun bankir di Indonesia agar menyumbangkan penghasilannya kepada negara guna mengatasi penyebaran Covid-19 yang kian meluas.

Menurutnya, keiklasan memberi kepada masyarakat yang ekonominya lemah merupakan wujud rasa cinta tanah air para konglomerat itu.

“Saya kira, kita harus saling mengulurkan tangan dan bagi memiliki penghasilan lebih marilah berbagi dengan sesame,” serunya.

Menurutnya, Indonesia memasuki awal fase kritis yang berpotensi memicu ledakan kasus yang berakibat melonjaknya angka kematian. Karena itu, kesadaran kolektif segenap elemen sangat penting.

“Saya kira, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha, dan masyarakat sipil harus punya frekfensi yang sama menghadapi COVID-19 ini,” tuturnya.

Apalagi, pandemik ini berdampak komprehensif secara social dan ekonomi, terutama terhadap kelompok rentan.
Karenanya, pemerintah harus membuat skema perlindungan/jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan dan marjinal yang terkena dampak.

Baca :  750 Wartawan Jalani Rapid Test Covid-19 di Kemenkominfo

“Keluarga berpendapatan rendah akan menghadapi beban dan tekanan ganda akibat Covid-19 ini,” jelasnya.

Dia meminta agar seluruh pihak dapat bersatu padu dalam menghadapi dampak penyebaran virus corona di Indonesia.
Perbedaan politik harus ditanggalkan karena kebersamaan merupakan kunci dalam mengatasi penyakit yang telah menjadi pandemi global ini.

”Mari bergotong royong dan lupakan dulu perbedaan sikap politik, saatnya bersatu, bekerjasama dan membangun energy kolektif mengatasi virus corona ini,” terangnya.

Dia mengaku, perang terhadap vidus corona ini bukan perkara mudah. Karena itu, masyarakat harus proaktif dan bergotong royong mengatasi pandemi ini.

“Tanpa ada kerjasama, saya kira, agak susah bagi pemerintah mengatasi penyebaran virus ini,” tuturnya.

Sekarang ini jelasnya, bukan saatnya untuk mencari-cari kesalahan. “Ini adalah masa sulit kita. Mari perbanyak ibadah kita. Perbanyak doa, kita zikir, kita perkuat sikap empati kita. Apa yang bisa kita lakukan untuk menolong sesama kita,’’ ajaknya.

Baca :  Akibat Corona, Pusat Perbelanjaan di Kota Bekasi Sepi Pengunjung

Dia mengatakan penyebaran virus ini bisa melahirkan ‘Epidemic Ganda’ di Indonesia. Jika tidak ditangani hati-hati maka bisa merugikan bangsa ini.

“Virus ini memukul sector ekonomi. Rupiah anjlok, IHSG gabungan juga demikian,” tegasnya.

Solidaritas sesama anak bangsa harus menjadi semangat bersama. Sebab, dikhawatirkan ada penumpang gelap yang bakal memanfaatkan situasi ini.

“Para bankir dan konglomerat yang selama ini menikmati subsidi bunga obligasi rekap, ayo support dan sejahterakan masyarakat. Negara sedang membutuhkan bantuan. Jangan cari panggung, berikan langsung ke masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia meminta pemerintah untuk prudent dan waspada mengatasi gejolak ekonomi akibat covid-19 ini.
Ketidakhati-hatian membuat regulasi bisa menghantam ekonomi dalam negeri. Apalagi, saat ini semua indicator makro memperlihatkan trend negative.

Baca :  OJK Rilis Kebijakan Buyback Saham Tanpa Persetujuan RUPS

“Mata uang rupiah jeblok di posisi 16.600 per dollar AS,” jelasnya.

Jika pelemahan rupiah ini terus terjadi maka bisa jebol republic ini. “Makanya kita, jaga bersama situasi ini agar benar-benar kondusif,” tukasnya.

Dia mengaku, penyebaran covid-19 ini memukul semua sendiri perekonomian nasional, tak terkecuali sector retail. Meski ada kebijakan pemerintah semisal menunda tagihan kredit kepada debitur selama setahun lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menunda.

Karena itu, harus dikawal, apakah perbankan menerapkan kebijakan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah ini.

“Saya melihat, perbankan maupun leasing belum tentu akan terima. Lagipula, itu baru pernyataan saja kok. Kita tunggu impelementasinya di lapangan,” tukasnya.