Perlu “Pasal Khusus” Amankan KPK Di RUU KUHP

Tuesday 15 Sep 2015, 4 : 50 pm

 JAKARTA – Sejumlah kalangan mencurigai pembahasan RUU KUHP di DPR, karena diduga akan melemahkan keberadaan lembaga anti rasuah, alias Komisi pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kalau perlu memang ada pasal-pasal pengamanan baik di peralihan maupun di pasal lainnya untuk memperkuat KPK,” kata anggota Komisi III DPR Arsul Sani dalam diskusi “Revisi UU KUHP” di Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Menurut anggota F-PPP, publik sebaiknya tidak terlalu buru-buru menuding DPR yang berniat melemahkan KPK.

“Jangan suudzon dulu sama DPR, lho RUU KUHP inikan inisiatif pemerintah, jadi pemerintah yang membuat draftnya. Meski begitu, DPR memang perlu juga disuudzoni,” terangnya.

Dikatakan Arsul, RUU KUHP ini sudah diusulkan ke DPR beberapa waktu lalu, namun tetap saja tak bisa diselesaikan.

Baca juga :  Simak! Jadwal Misa Kudus di Basilika Santo Petrus Vatikan

“Sudah terlalu lama dibahas, bahkan yang membahas malah sudah menjadi nama jalan,” tegasnya.

Lebih jauh Arsul menilai usulan RUU KUHP dari pemerintah semangatnya lebih kepada kodifikasi tertutup, yang artinya merangkum seluruh aturan hukum pidana ke dalam KUHAP.

Dalam hal ini pidana khusus seperti tipikor, terotrisme, pencucian uang, narkoba, masuk ke dalam KUHP. Arsul sendiri melihat, semangat kodifikasi tertutup (total codification) akan membuat pembahasan lebih berkepanjangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Agus Eko

Adalah wartawan senior di Indonesia. Karya-karya jurnalisnya sangat menarik dan memberikan pandangan mendalam terhadap berbagai isu terkini.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

Pemerintah Beri Ruang dan Dorong Wirausaha Muda

JAMBI-Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga menekankan, para pelaku Usaha

DPR Tuding Importir Bawang Untung Rp5,6 Triliun

JAKARTA-Para pemburu rente (rent seeking), alias spekulan diduga bisa menikmati