PermataBank Targetkan Penyaluran KTA Rp 2,4 T

JAKARTA-PT Bank Permata Tbk (BNLI) menargetkan nilai penyaluran kredit tanpa agunan (KTA/personal loan) tahun ini dapat mencapai Rp2,4 triliun.  Salah  satu  inovasi terbarunya  adalah  Permata Kredit Tanpa Agunan  (KTA)  Speed,  yaitu  layanan  KTA  1  HARI  CAIR  yang  memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mengajukan KTA. Diharapkan dalam total kredit konsumer dapat menjadi 5 persen dari posisi tahun lalu di bawah 2 persen.

Direktur Ritel BNLI, Bianto Surodjo mengatakan, perseroan akan mencapai target meluncurkan PermataKTA Speed. Layanan ini akan mempermudah pencairan pinjaman untuk nasabah dengan menggunakan layanan mobile. “Terobosan  ini  untuk  menjawab kebutuhan nasabah akan dana multi guna yang selama  ini  prosesnya cukup panjang, diperpendek waktu pemrosesannya namun dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Aplikasi nasabah  yang diterima di bagian pemrosesan sebelum pukul 13.00 dan memenuhi kriteria persetujuan, maka KTA-nya dapat diterima oleh nasabah pada hari yang sama,” jelasnya.

Baca :  Perjalanan Bank BTN Mengabdi 68 Tahun

PermataKTA  sendiri  merupakan salah satu lini bisnis PermataBank yang saat ini  terus  dikembangkan.  Hingga akhir tahun 2013 yang lalu, pinjaman yang disalurkan  mencapai  Rp 1,7 Trliun atau meningkat 50% dibanding tahun 2012 yang  lalu.  Dari  sisi  nasabah  juga  terdapat  peningkatan  hingga  323% sepanjang   akhir  tahun  2013  yang  lalu.  Oleh  karena  itu,  peluncuran PermataKTA  Speed ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasabah akan dana tunai dengan proses yang cepat.

Bahkan, untuk beberapa segmen nasabah, pencairan pinjaman bisa dalam satu hari. Nilai pinjaman yang diberikan mulai dari Rp5 juta sampai Rp300 juta dengan variasi tenor hingga 36 bulan. “Total KTA tahun lalu hanya Rp1,7 triliun atau masih kurang dari 2 persen. Potensinya besar karena masih minim eksplorasi, namun harus dilakukan dengan hati-hati,” ujar Bianto dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (16/4).

Baca :  Surplus Neraca Perdagangan Mencapai USD 1,22 Miliar

Menurutnya, saat ini semakin banyak nasabah yang memerlukan pinjaman mendesak yang harus didapatkan secara cepat. Segmen yang ditargetkan di usia 30-45 tahun yang membutuhkan biaya untuk kebutuhan pendidikan, berobat, ataupun renovasi rumah.

Potensi besar juga diyakini dengan cross selling setelah perseroan menggandeng Asuransi Sedaya Finance (ASF) dengan nilai akuisisi Rp2,2 trilliun yang lalu. “Kami akan genjot cross sell dengan ASF untuk produk konsumer atau ritel. Diharapkan dapat melampaui target,” pungksa dia.